ACEH TAMIANG – Menanggapi pemberitaan terkait penutupan WC di SMP Negeri 2 Kejuruan Muda, Suprianto, S.Pd.Gr selaku PLT Kepala Sekolah menyampaikan klarifikasi sebagai bentuk keterbukaan dan transparansi,
Asal bantuan bangunan WC tersebut merupakan bantuan dari Yayasan Rumah Asuh Bandung melalui dana CRS. Selain itu juga ada bantuan Wastafel 18 titik dan perlengkapan sekolah untuk 237 siswa berupa tas, buku, ATK, seragam putih biru, dan sepatu.Kamis(20/09/2026),
Peresmian dan Pemanfaatan WC telah diresmikan oleh Bupati Aceh Tamiang dan simbolisasi oleh Yayasan Rumah Asuh di Aceh Besar.Sejak itu WC digunakan sebagaimana mestinya oleh siswa.
Kronologi Penutupan Sementara “Pernah ada kejadian kehilangan sandal di WC. Pihak sekolah sempat memberikan imbauan atau sanksi tegas bahwa jika tidak ditemukan maka WC akan ditutup.Namun penutupan tidak pernah dilakukan. Itu hanya bentuk gertakan edukasi agar siswa menjaga fasilitas. WC tetap aktif digunakan sampai Banjir Bandang melanda Aceh Tamiang”,ujar Suprianto.
Kondisi Saat Ini Pasca banjir, WC tersebut termasuk dalam program revitalisasi karena mengalami kerusakan. Perbaikan baru dimulai awal Mei 2026 dan sampai saat berita ini diterbitkan masih dalam proses. Kendalanya pada wastafel dan pipa yang patah.
Anggota Komite Sekolah juga telah meninjau langsung dan membenarkan bahwa WC tersebut masih dalam tahap perbaikan program revitalisasi. Maka untuk sementara WC tersebut ditutup demi keamanan dan kelancaran perbaikan.Alternatif Fasilitas ,Sekolah tetap menyediakan 12 pintu WC lain yang dapat digunakan siswa. Jadi kegiatan belajar dan buang air siswa tidak terganggu.
Para Guru juga membenarkan bahwa WC bantuan Yayasan Rumah Asuh tersebut aktif digunakan oleh siswa sampai terjadi banjir. Saat ini WC tersebut sedang dalam proses perbaikan revitalisasi pasca banjir. Kerusakan ada pada wastafel dan pipa. Kami guru juga sudah menyampaikan ke siswa untuk menggunakan 12 WC lain yang tersedia selama perbaikan berlangsung.
“Saya dan teman-teman memang menggunakan WC tersebut setiap hari sebelum banjir. Sekarang WC itu lagi diperbaiki karena rusak kena banjir. Jadi sementara kami pakai WC alternatif lain yang ada di sekolah jadi kami tetap bisa ke kamar mandi dengan nyaman”.ujar para murid saat di wawancarai oleh awak media
“WC tidak ditutup karena ulah sekolah. WC aktif sampai banjir, dan saat ini ditutup karena sedang diperbaiki pasca bencana. Kami mohon kepada semua pihak bijak dalam menyikapi pemberitaan. Mari konfirmasi langsung ke sekolah agar mendapatkan informasi yang sebenarnya,” tegas Suprianto.
Liputan:RG

























