TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Pergantian Komandan Kodim 0204/Deli Serdang berlangsung di Grha Bhineka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam, pada Rabu malam, 12 Agustus 2026. Letkol Arh Agung Pujiantoro menyerahkan tongkat komando kepada Letkol Inf Wahidin Sobar. acara itu tampak sebagai pergantian jabatan militer biasa. namun, bagi jejaring kekuasaan lokal, pergantian komandan teritorial selalu membawa konsekuensi lebih luas.hubungan antar instansi, koordinasi keamanan, serta kesinambungan agenda daerah.
Lom Lom Suwondo hadir bersama Asniar Lom Lom Suwondo. Ia menyampaikan penghargaan atas kerja Agung selama bertugas. Pujian diarahkan pada hubungan yang terjalin antara Kodim 0204/DS, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta jajaran pemerintah daerah.
Agung meninggalkan wilayah tugas setelah menerima amanah baru sebagai Kepala Staf Resimen Arhanud 2/Sisingamangaraja. selama masa tugasnya, ia disebut ikut menjaga komunikasi antar instansi, terutama urusan keamanan dan ketertiban.
Pergantian itu sekaligus memperlihatkan satu hal.posisi Dandim memiliki ruang pengaruh lebih luas dari urusan pertahanan teritorial. Kodim bersentuhan dengan berbagai agenda daerah, mulai keamanan wilayah sampai program strategis nasional. Karena itu, pergantian pucuk pimpinan militer tidak hanya soal perpindahan personel.
Wahidin datang membawa rekam jejak sebagai Komandan Sekolah Calon Tamtama Rindam I/Bukit Barisan. Lulusan Akademi Militer 2006 asal Bandung itu menyatakan akan mempertahankan capaian pendahulunya sekaligus meningkatkan hasil kerja yang sudah terbentuk.
Pernyataan tersebut menyiratkan pekerjaan rumah bagi pejabat baru. Jejaring komunikasi yang sudah terbangun perlu dipertahankan. Pada saat yang sama, setiap pergantian pejabat militer membuka ruang evaluasi terhadap pola kerja, koordinasi, serta prioritas yang akan ditempuh.
Wahidin juga meminta dukungan dari berbagai pihak. Ia menyebut keberhasilan Kodim 0204/DS tidak terlepas dari dukungan unsur daerah serta masyarakat. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa tugas Dandim tidak berdiri sendiri. ada jaringan hubungan yang ikut menentukan kelancaran pelaksanaan agenda teritorial.
Agung memilih menutup masa tugasnya dengan ucapan terima kasih. Ia juga meminta maaf apabila terdapat perkataan atau sikap yang kurang berkenan selama bergaul dan bertugas. Pernyataan itu lazim muncul saat pergantian pejabat, tetapi sekaligus memperlihatkan upaya menjaga hubungan personal setelah kewenangan berpindah tangan.
Kini Wahidin memegang kendali Kodim 0204/DS. Tantangannya bukan hanya meneruskan pola kerja lama. Ia harus membaca karakter wilayah, menjaga komunikasi antarinstansi, serta memastikan agenda keamanan tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan masyarakat.(Ilham Gondrong)
















