TribuneIndonesia Takengon Sejumlah warga Kampung Alur Item meminta Reje Kampung memberikan penjelasan secara terbuka terkait penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024 hingga 2026. Permintaan tersebut muncul setelah muncul berbagai pertanyaan masyarakat mengenai sejumlah program yang dinilai belum memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan.
Salah satu sorotan warga adalah pembangunan lapangan voli pemuda yang disebut menghabiskan anggaran sekitar Rp100 juta. lebih Namun, hingga Agustus 2026, lapangan tersebut diklaim belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, beberapa warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan kekecewaan kepada TribuneIndonesia. Mereka mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran desa serta meminta pemerintah kampung memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat.
“Warga berhak mengetahui ke mana setiap rupiah Dana Desa digunakan. Jika memang seluruh kegiatan telah dilaksanakan sesuai aturan, pemerintah desa seharusnya tidak kesulitan membuka dokumen dan memberikan penjelasan kepada masyarakat,” ujar salah seorang warga.
Selain pembangunan lapangan voli, warga juga mempertanyakan sejumlah pos anggaran lain yang menurut mereka masih belum jelas, antara lain biaya kebersihan kantor desa, anggaran Posbindu, Posyandu, biaya operasional TPA/TPAH (apabila memang terdapat dalam APBDes), anggaran Linmas, . angaran ketahanan pangan serta kegiatan PKK. Menurut mereka, terdapat perbedaan antara kondisi yang mereka lihat di lapangan dengan laporan yang tercantum dalam Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan memerlukan pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Warga berharap instansi pengawas dan Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan audit serta pemeriksaan secara menyeluruh apabila ditemukan indikasi pelanggaran terhadap pengelolaan Dana Desa. Mereka menegaskan bahwa langkah tersebut penting untuk memastikan setiap penggunaan anggaran benar-benar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kami berharap persoalan ini diusut secara tuntas apabila memang ditemukan penyimpangan. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan siapa pun, melainkan agar pengelolaan pemerintahan Kampung Alur Item berjalan lebih baik, transparan, akuntabel, dan terbebas dari praktik yang merugikan keuangan negara maupun masyarakat,” ujar warga.
Hingga berita ini disusun, pihak Reje Kampung Alur Item belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi atas berbagai pertanyaan dan keluhan yang disampaikan warga. Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pemerintah kampung apabila telah diterima. (. Dian aksara )



















