Dukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Warga Binaan, Kakanwil Ditjenpas Aceh Tinjau Layanan Dapur Hingga Panen Telur di Lapas Kota Bakti

- Editor

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidie/Tribuneindonesia.com

KOTA BAKTI – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Ramdani Boy, melakukan kunjungan kerja dalam rangka monitoring pelaksanaan tugas dan pemantauan program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Bakti, Kabupaten Pidie, Minggu (02/08/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh layanan pemasyarakatan berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) sekaligus mendorong optimalisasi program ketahanan pangan serta pemberdayaan Warga Binaan di Lapas.

Mengawali agendanya, Ramdani Boy langsung meninjau area dapur Lapas untuk memantau higienitas dan kelayakan layanan penyediaan makanan bagi warga binaan. Pemeriksaan meliputi area pencucian, ruang penyimpanan bahan baku, hingga standar gizi menu harian yang disajikan.

“Pemenuhan hak dasar warga binaan, khususnya kelayakan dan kebersihan makanan, adalah prioritas utama. Dapur yang higienis dan makanan bermutu bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga kunci utama menjaga situasi Lapas tetap kondusif dan harmonis,” ujar Ramdani Boy.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke area brandgang dan lahan produktif pertanian. Di lokasi ini, para warga binaan di bawah pengawasan petugas aktif mengelola tanaman hortikultura seperti terong, tomat, dan sawi yang tumbuh subur dan siap menyuplai kebutuhan pangan internal maupun pasar lokal.

Puncak kegiatan ditandai dengan aksi panen telur ayam di area peternakan unggas milik Lapas Kota Bakti. Saat ini, Lapas Kota Bakti secara mandiri mengelola sebanyak 150 ekor ayam petelur produktif. Kakanwil menyampaikan apresiasi khusus kepada jajaran Lapas Kota Bakti yang mampu menyulap keterbatasan area menjadi sarana ketahanan pangan yang sangat bermanfaat.

“Kerja keras dan kreativitas Kalapas beserta jajaran sungguh luar biasa. Mampu menyulap lahan yang sangat terbatas menjadi area yang begitu produktif adalah bukti bahwa keterbatasan area bukanlah penghalang untuk terus berinovasi dalam membina warga binaan,” puji Ramdani Boy.

Kakanwil juga menekankan pentingnya keberlanjutan dari pembekalan keahlian ini sebagai modal penting warga binaan setelah bebas kelak.

“Program pembinaan kemandirian seperti budidaya hortikultura dan peternakan ayam petelur ini harus terus dirawat dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Kita ingin para warga binaan pulang membawa keahlian praktis dan jiwa kewirausahaan sebagai bekal hidup mandiri di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Kota Bakti, Benny Muhammad, menyampaikan rasa terima kasih atas arahan dan dukungan penuh dari pimpinan Kanwil Ditjenpas Aceh terhadap program-program kemandirian yang tengah berjalan di lapasnya.

“Kunjungan dan apresiasi dari Bapak Kakanwil menjadi motivasi besar bagi kami di Lapas Kota Bakti. Kami berkomitmen untuk terus konsisten menjaga standar layanan, memperkuat deteksi dini keamanan, serta mengembangkan potensi WBP agar program ketahanan pangan ini memberikan dampak nyata bagi warga binaan dan masyarakat,” ungkap Kalapas.

Kunjungan kerja ini ditutup dengan semangat kebersamaan dan optimisme tinggi. Dari balik tembok Lapas Kota Bakti, benih-benih kemandirian dan harapan baru kini terus disemai—membuktikan bahwa setiap keterbatasan selalu menyimpan ruang untuk bertumbuh dan memberi manfaat bagi sesama.

Baca Juga:  Polsek KPS Bitung Tingkatkan Keamanan Pelabuhan, Imbau Pekerja Jauhi Miras

Berita Terkait

Proyek Irigasi P3-TGAI Rp195 Juta di Aceh Tenggara Diduga “Akal-Akalan”, Serobot Lahan Warga & Mutu Fisik Ambrol!
Kasek,Bendahara dan SLTA Bireuen Ikuti Sosialisasi IBC Bank Aceh Syariah
Tos-tosan Menegangkan! Putra Lancang Kembang Tonjong Bungkam UFC Gajah Ayee, NSS Grong-Grong Beri Dukungan
Polda Banten Ucapkan Selamat Hari Maritim Nasional 2026, Bersatu untuk Laut, Berdaulat untuk Indonesia Maju
Camat Peusangan Selatan Lantik Ramadhan dan Hasbi sebagai Keuchik
Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan
Pusziad Pamerkan Jembatan Hingga Pembangkit Listrik Portabel di TNI Fair HUT ke-79 TNI
PENGUKUHAN: PROF. DR. JOKO ISMUHADI Mendapatkan  GELAR PROFESOR KEHORMATAN DI MALAYSIA
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:46

Proyek Irigasi P3-TGAI Rp195 Juta di Aceh Tenggara Diduga “Akal-Akalan”, Serobot Lahan Warga & Mutu Fisik Ambrol!

Rabu, 23 September 2026 - 12:03

Tos-tosan Menegangkan! Putra Lancang Kembang Tonjong Bungkam UFC Gajah Ayee, NSS Grong-Grong Beri Dukungan

Rabu, 23 September 2026 - 07:07

Polda Banten Ucapkan Selamat Hari Maritim Nasional 2026, Bersatu untuk Laut, Berdaulat untuk Indonesia Maju

Rabu, 23 September 2026 - 03:18

Camat Peusangan Selatan Lantik Ramadhan dan Hasbi sebagai Keuchik

Selasa, 22 September 2026 - 11:06

Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan

Selasa, 22 September 2026 - 07:08

Pusziad Pamerkan Jembatan Hingga Pembangkit Listrik Portabel di TNI Fair HUT ke-79 TNI

Selasa, 22 September 2026 - 06:51

PENGUKUHAN: PROF. DR. JOKO ISMUHADI Mendapatkan  GELAR PROFESOR KEHORMATAN DI MALAYSIA

Selasa, 22 September 2026 - 04:18

Perkuat Sinergitas, Kapolres Bireuen Hadiri Bazar Pasar Murah Sambut HUT TNI Ke-81

Berita Terbaru