Bekasi/Tribuneindonesia.com
Di masa kini kita sering melihat banyak wanita, baik dalam kehidupan pribadi maupun yang telah berumah tangga, sering kali terjebak dalam kesulitan ekonomi dan kekurangan. Ketika hal itu terjadi, yang sering terdengar hanyalah deretan alasan dan pembenaran diri: “Anak masih kecil banyak kebutuhannya”, “Harga barang semakin mahal”, “Penghasilan suami memang tidak seberapa”, dan berbagai alasan lain yang disodorkan seolah-olah itu adalah nasib yang tak terelakkan. Minggu 2 Agustus 2026
Padahal sesungguhnya, kekurangan itu sering kali bukan karena kurangnya rezeki, melainkan karena kurangnya kecerdasan dan ketidakmampuan dalam membangun administrasi dan pengelolaan keuangan yang baik. Wanita yang kurang cerdas pandangannya hanya sebatas hari ini, apa yang terlihat di mata, dan apa yang sedang diinginkan saat itu saja. Ia mudah tergoda gaya hidup, pola konsumtif, dan tidak mampu menyeimbangkan antara kebutuhan pokok dan kebutuhan masa depan. Akibatnya, dari hari ke hari hanya hidup pas-pasan, tidak pernah ada tabungan, dan ketika datang sedikit masalah atau musibah, rumah tangga langsung goyah dan terjatuh.
Berbeda jauh dengan apa yang diajarkan dalam kebenaran Firman Tuhan: “Istri yang berbudi baik adalah mahkota bagi suaminya.” Kecantikan fisik akan memudar dimakan waktu, namun kecerdasan, hikmat, dan kebijaksanaan seorang istri adalah kekayaan yang abadi. Istri yang cerdas adalah istri yang memiliki pandangan jauh ke depan. Ia pandai mengatur setiap sen penghasilan yang ada, pandai membedakan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang hanya keinginan sesaat. Ia mampu menyisihkan sebagian untuk persediaan, untuk pendidikan anak-anak, dan untuk hari-hari yang sulit. Dengan pengaturan yang demikian, sungguh terlihat kebenaran yang berkata: “Tangan wanita yang cerdas tidak akan membuat rumah tangganya kekurangan.” Sekalipun penghasilan yang masuk terlihat sederhana, jika dikelola dengan hikmat, akan terasa cukup bahkan berlebih untuk dapat berbagi.
Berikut gambaran nyata yang bisa kita jadikan cermin:
Contoh wanita yang bijaksana:
– Istri Mulia menurut Kitab Amsal: Ia bekerja dengan cekatan, berniaga dengan pandai, mampu membeli ladang dan mengelola usaha. Hati suaminya percaya sepenuhnya kepadanya, sehingga suaminya tidak mengalami kerugian, dan seluruh keluarganya hidup berlimpah.
– Ibu peserta kelompok pemberdayaan ekonomi: Banyak ibu dengan penghasilan terbatas namun disiplin menyisihkan uang sedikit demi sedikit. Dari pengelolaan yang tertib, mereka berhasil mengumpulkan modal usaha, memperbaiki tempat tinggal, dan menyekolahkan anak hingga jenjang tinggi.
Contoh wanita yang kurang bijaksana:
– Terjebak gaya hidup boros: Penghasilan suami sebenarnya cukup, namun karena ingin tampil mewah dan gemar membeli barang bermerek tanpa perhitungan, akhirnya terlilit utang di mana-mana. Kebutuhan pokok keluarga pun terabaikan.
– Menganggap remeh uang keluarga: Ada yang menghabiskan uang untuk hal yang tidak mendesak, padahal simpanan untuk pendidikan dan kesehatan belum ada. Ketika ada musibah mendadak, rumah tangga langsung mengalami kesulitan besar.
Sungguh nyata bedanya: banyak rumah tangga berpenghasilan besar namun jatuh miskin karena istri tidak pandai mengatur. Sebaliknya, penghasilan sederhana pun terasa berkecukupan jika dikelola dengan hikmat. Istri yang berakal baik adalah yang membangun bersama suami, bukan yang memberatkan dan menghabiskan apa yang ada.
Marilah kita belajar menjadi mahkota sejati. Kelola amanah keuangan dengan bijak, demi kemajuan dan berkat yang melimpah bagi seisi rumah.
Catatan: Tulisan ini merupakan pandangan penulis dan tanggung jawab isinya sepenuhnya ada pada penulis.



















