PETA Aceh Tengah Resmi Dilantik, Perkuat Persatuan Dan Dukung Pembangunan Daerah.

- Editor

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribuneindonesia Takengon
Aceh Tengah – Pengurus Forum Pembela Tanah Air (PETA) Kabupaten Aceh Tengah periode 2026–2031 resmi dilantik sekaligus menggelar Rapat Kerja di Gedung Olah Seni (GOS) Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan, keamanan, dan mendukung pembangunan daerah.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua PETA Provinsi Aceh Ir. Tagore Abubakar, Penasehat PETA Provinsi Aceh Ir. Syukur Kobath, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si., Wakil Bupati Aceh Tengah Muksin Hasan, M.SP., Dandim 0106/Aceh Tengah, Kapolres Aceh Tengah, Kajari Aceh Tengah, Karutan Takengon, Kesbangpol Aceh Tengah, Ketua PETA Bener Meriah, Ketua PETA Aceh Tengah Helmia beserta seluruh jajaran pengurus.

Usai pelantikan, Ketua PETA Provinsi Aceh, Ir. Tagore Abubakar, menegaskan bahwa organisasi PETA memiliki orientasi untuk membangun semangat nasionalisme dan menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan bangsa.

“Yang pertama kami arahkan adalah mencintai negeri, mencintai pemerintah, kemudian menjadi garda terdepan dalam membangun daerah dan negara. Kami juga ingin membangun wawasan serta mendorong penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Tagore.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus agar senantiasa menjaga kondusivitas daerah dan tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan kelompok tertentu yang dapat memecah belah persatuan.

“Jangan ada kegaduhan yang dapat merugikan masyarakat. PETA harus hadir sebagai organisasi yang menjaga persatuan dan ketertiban,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Tagore menyebut pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipatif sejak dini.

“Potensi gangguan tentu masih ada. Karena itu kami melakukan antisipasi sejak awal. Anggota-anggota PETA merupakan orang-orang yang telah teruji dan memiliki pengalaman. Mereka akan menjadi contoh sekaligus membina generasi berikutnya agar memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” tambahnya.

Baca Juga:  PKBB Pandeglang Hadirkan Kantor Pengaduan Hukum

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan dan rapat kerja PETA Kabupaten Aceh Tengah. Ia berharap organisasi tersebut mampu bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Ketua PETA Kabupaten Aceh Tengah yang baru dilantik, Helmia, dalam pidatonya mengajak seluruh pengurus untuk meninggalkan perbedaan dan perpecahan yang pernah terjadi serta membangun semangat baru dalam organisasi.

“Pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi kita untuk membuka pikiran, menuangkan seluruh potensi, serta mengabdikan diri demi bangsa dan negara. Mari kita tinggalkan segala bentuk perpecahan dan kembali bersatu dalam semangat Merah Putih demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Helmia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terbentuknya kepengurusan baru dan mengajak seluruh anggota PETA untuk bekerja secara solid, menjaga kekompakan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh Tengah.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada seluruh Ketua PETA Kecamatan se-Kabupaten Aceh Tengah. Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Ketua PETA Kabupaten Aceh Tengah, Helmia, sebagai simbol dimulainya kepengurusan di tingkat kecamatan untuk periode 2026–2031.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, PETA Kabupaten Aceh Tengah diharapkan mampu menjadi organisasi yang memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya masyarakat yang maju, aman, dan sejahtera. ( Dian aksara)

Berita Terkait

Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan
Kepala Distrik Waigeo Barat Kepulauan Salurkan Bantuan Presiden 3T, Warga Kampung Jadi Sasaran
Tahura Raja Ampat di Pusat Waisai Disorot, Warga Minta Pemda Serius Benahi Kebersihan
Bom Ikan Kembali Marak, Patroli KODAERAL XIV Sorong Dipertanyakan Masyarakat Raja Ampat
DPRK dan Polres Raja Ampat Perkuat Sinergitas, Taufik Sarasa: Kerja Sama Harus Berdampak bagi Masyarakat
Ketua DPW PAN Syafruddin Bantu Anak Yatim dari Batanta Dapatkan Perawatan Medis
Rayakan HUT ke-11, Semeton Tridatu Gelar Bakti Sosial hingga Persembahyangan Bersama
PFM Desak Kapolda Baru Tuntaskan Dugaan Korupsi Sekretariat DPR PBD: “Itu Uang Rakyat”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:41

Belum Punya Sertifikat UKW, Bukan Berti Tak Boleh Meliput! Dewan Pers Luruskan Polemik Wartawan

Rabu, 23 September 2026 - 15:30

Reses di Bintang Meriah, Dewi Fitriana Paparkan Pemberdayaan Masyarakat dan Evaluasi MBG

Rabu, 23 September 2026 - 12:30

FPRMI Aceh Desak BNN-Mabes Polri Usut Oknum Anggota DPR dan Pejabat Aceh

Rabu, 23 September 2026 - 07:49

Infrastruktur Lemah dan Kemiskinan Ganjal Ekonomi Biru di Simeulue, Denfinal Dorong Reorientasi Kebijakan

Rabu, 23 September 2026 - 07:35

Donni Dituduh Mencuri, Diseret dan Diusir, GRPK Soroti Aksi Main Hakim di Tanah Karo

Selasa, 22 September 2026 - 12:55

BNN Kota Denpasar Hadiri Perpanjangan MoU BNN RI dan Australian Federal Police

Selasa, 22 September 2026 - 12:05

PKB Langsa Bangkit, Struktur DPAC Diperkuat, Target Kursi DPRK Mulai Dibidik

Selasa, 22 September 2026 - 11:06

Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan

Berita Terbaru