Bitung | Tribuneindonesia.com – Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1310/Bitung bergerak masif ke lembaga pendidikan guna membentengi moral generasi muda dari dampak negatif era globalisasi, Kamis (04/06/26).
Langkah taktis ini dilakukan melalui optimalisasi implementasi Buku Pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) yang menyasar wilayah Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara.
Aksi nyata yang dimotori oleh para Bintara Pembina Desa (Babinsa) ini dilangsungkan serentak pada Rabu (03/06).
Petugas di lapangan bergerak secara terencana demi memastikan nilai-nilai patriotisme, cinta tanah air, serta semangat kebangsaan tertanam kuat pada sanubari para siswa.
Adapun pilar utama yang menjadi fondasi materi dalam giat ini meliputi penguatan wawasan kebangsaan dan kesadaran berbangsa.
Selain itu, aspek kedisiplinan serta internalisasi nilai-nilai luhur Pancasila turut menjadi poin krusial yang diajarkan sebagai dasar kehidupan bermasyarakat.
Secara teknis, para Babinsa aktif mendatangi sejumlah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di wilayah binaan masing-masing.
Beberapa sekolah yang menjadi lokus pembinaan di wilayah Kota Bitung antara lain SD Katolik Santa Maria di Kelurahan Manembo-Nembo (Kecamatan Matuari) dan SD GMIM 29 di Kelurahan Pasirpanjang (Kecamatan Lembeh Selatan).
Sementara itu, pergerakan di Kabupaten Minahasa Utara mencakup TK GMIM Debora Sukur di Kecamatan Airmadidi, SD Inpres Tontalete di Kecamatan Kema, SD Inpres Likupang Satu di Kecamatan Likupang Timur, serta SDN Matungkas di Kecamatan Dimembe.
Pendekatan yang digunakan mengutamakan metode edukatif dan komunikatif agar para murid mampu menyerap esensi bela negara melalui perilaku sehari-hari.
Untuk mencairkan suasana, personel TNI menerapkan formula pembelajaran yang interaktif dan ramah anak, seperti ceramah ringan serta dongeng edukatif.
Suasana kelas kian hidup dengan adanya sesi menyanyikan lagu nasional yang dipadukan dengan gerak lagu, aktivitas mewarnai, melatih kemampuan motorik, hingga simulasi bermain peran.
Format pengajaran juga dikombinasikan dengan ruang diskusi interaktif serta latihan kedisiplinan dasar yang dikemas secara menarik agar tidak monoton.
Komandan Kodim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret TNI AD dalam mengawal pembentukan karakter generasi penerus.
Menurut Dandim, Buku Pedoman PKBN berfungsi sebagai kompas baku bagi para Babinsa agar proses transfer wawasan di lingkungan sekolah berjalan efektif dan terarah.
”Pembinaan kesadaran bela negara sejak usia dini sangat vital untuk memupuk rasa tanggung jawab dan persatuan,”
ujar Letkol Inf Dewa Made DJ.
Ia menambahkan, pemuda adalah aset krusial bangsa yang wajib dipersiapkan secara matang guna menghadapi dinamika tantangan masa depan yang kian kompleks.
Pihak Kodim 1310/Bitung berharap kehadiran para prajurit di sekolah mampu bertindak sebagai stimulator bagi siswa untuk mendulang prestasi dan menjauhi perbuatan negatif.
Melalui fondasi bela negara yang kokoh, diharapkan bakal lahir gerbong generasi baru yang tangguh, berkarakter, serta loyal menjaga kedaulatan NKRI.
Langkah preventif militer ini mendapat respons positif dan apresiasi tinggi dari para kepala sekolah serta guru di wilayah setempat.
Sinergi ini dinilai memberi dampak instan dalam mendongkraf aspek disiplin siswa sekaligus mempertebal benteng wawasan kebangsaan di tengah gempuran modernisasi. (kiti)














