Korps Marinir Tegaskan Narasi Dukungan ‘Papua Merdeka’ di Media Sosial Adalah Hoaks

- Editor

Kamis, 16 April 2026 - 04:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Jakarta | Tribuneindonesia.com –Markas Besar Korps Marinir TNI Angkatan Laut secara resmi membantah unggahan viral di media sosial yang mengeklaim adanya dukungan prajurit baret ungu terhadap gerakan separatisme, Kamis (16/04/26).

Konten yang disebarkan oleh akun bernama “Daily Papua” tersebut dipastikan sebagai informasi bohong atau hoaks yang sengaja dirancang untuk menyesatkan opini publik.

​Pihak dinas penerangan menegaskan bahwa materi visual yang diunggah oleh akun tersebut merupakan hasil manipulasi digital.


Pelaku disinyalir menggabungkan dokumentasi asli kegiatan prajurit dengan elemen tambahan, seperti bendera dan tulisan persuasif, yang sama sekali tidak merepresentasikan fakta di lapangan.


​Berdasarkan penelusuran internal, foto asli yang digunakan dalam konten hoaks tersebut sebenarnya adalah dokumentasi internal Korps Marinir.


Foto itu diambil saat momen pengarahan prajurit dalam rangka persiapan serta pembinaan personel menyambut peringatan HUT TNI Tahun 2025.


​Klarifikasi ini dikeluarkan guna membentengi kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer.

Korps Marinir menyatakan bahwa tidak ada satu pun kegiatan, baik yang bersifat formal maupun nonformal di lingkungan satuan, yang berafiliasi atau memberikan dukungan terhadap gerakan “Papua Merdeka”.

​Sebagai alat pertahanan negara, Korps Marinir TNI AL menegaskan komitmennya untuk tetap teguh berdiri di atas pilar Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

Baca Juga:  ​Terjerat UU Kesehatan, Pengedar Obat Keras di Girian Diciduk Polisi Saat Jemput Paket

Seluruh personel terikat pada Delapan Wajib TNI yang memfokuskan pengabdian sepenuhnya demi menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


​Fenomena penyebaran konten menyesatkan ini diidentifikasi sebagai bagian dari upaya disinformasi sistematis.

Tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu polarisasi di tengah masyarakat serta mengganggu stabilitas keamanan nasional yang tengah kondusif.

​Guna meredam dampak dari kabar burung ini, Dinas Penerangan Korps Marinir mengimbau warga net agar lebih selektif dalam mengonsumsi konten digital.

Masyarakat diminta untuk tidak terburu-buru menyebarluaskan informasi yang kebenarannya belum terverifikasi secara hukum maupun faktual.

​Sikap kritis dan bijak dalam berselancar di ruang siber menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam skenario adu domba.

Korps Marinir berharap publik dapat menyaring setiap informasi yang beredar dengan mengedepankan logika serta pengecekan ulang terhadap data yang diterima.

​Sebagai langkah terakhir, otoritas militer menyarankan agar masyarakat hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi milik TNI atau TNI Angkatan Laut.

Hal ini penting dilakukan guna mendapatkan informasi yang akurat, valid, serta dapat dipertanggungjawabkan secara institusional. (talia)

Berita Terkait

FKLL Jakarta Selatan Perkuat Sinergi Tangani Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama
Kapolres Aceh Timur Silaturahmi ke Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Polri dan Ulama
Peringati Maulid Nabi, Kapolres Aceh Timur Santuni puluhan Anak Yatim
Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD
Wali Kota Langsa Buka Langsa Expo 2026, Dorong Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Bitung Imbau Warga Terdampak Tol Tak Blokir Jalan: Silakan Aspirasi, Tetap Taat Hukum
Dukung Program Ketahanan Pangan, Rutan Cipinang Dorong Kemandirian Warga Binaan melalui Produksi Tempe
KRI SRIWIJAYA RESMI PERKUAT ARMADA TNI AL, PANGKORMAR HADIRI PERESMIAN KAPAL INDUK PERTAMA INDONESIA
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:50

KUA-PPAS Perubahan 2026: Fraksi Demokrat Raja Ampat Beri Catatan Keras untuk Pemerintah Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 10:41

Fraksi Demokrat Bongkar 10 Catatan APBD-P 2026, Desak Bupati Nonaktifkan Kepala Kampung yang Terkena LHP

Sabtu, 26 September 2026 - 05:17

Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD

Jumat, 25 September 2026 - 22:04

Jamin Pendataan Menyeluruh, BPS Bitung Sisir Ulang Sensus Ekonomi 2026 di Girian Permai

Jumat, 25 September 2026 - 13:58

Perjelas Status Hukum Warga dan Aset Daerah, Bitung Bagikan Sertifikat PTSL

Jumat, 25 September 2026 - 13:26

Rapat Forkopimda Bitung Gelar Forum Lintas Sektoral Bahas Hak Warga Terdampak Tol

Jumat, 25 September 2026 - 07:29

Pemda Raja Ampat Bayar Tiga Asrama Mahasiswa di Manado, Jogja dan Manokwari

Jumat, 25 September 2026 - 06:22

21,6 Ton Beras Digelontorkan ke Waisai, 720 Warga Masuk Daftar Penerima

Berita Terbaru