Bitung | Tribuneindonesia.com – Sosok pelindung dan pengayom masyarakat benar-benar terpancar dari tindakan nyata personel Polsek Matuari, Rabu (15/04/26).
Di sela tugas rutin menjaga keamanan wilayah, para petugas ini menunjukkan sisi kemanusiaan yang mendalam dengan membantu seorang pengemudi angkutan kota (mikrolet) yang mendadak tumbang akibat sakit saat sedang bekerja.
Kejadian bermula ketika sebuah unit mikrolet kedapatan berhenti secara tidak wajar di tengah badan jalan, sehingga memicu perhatian warga sekitar.
Kondisi kendaraan yang menghambat arus lalu lintas tersebut segera dilaporkan kepada tim patroli Polsek Matuari yang tengah melintas di kawasan tersebut.
Merespons aduan warga, tim patroli yang dikomandoi Kanit Samapta, AKP Albein Cry Paath, langsung menuju titik lokasi.
Di sana, petugas menemukan sang sopir yang diketahui berinisial MI (42), warga Perum Meitha Satu, dalam keadaan lemas dan meringis menahan nyeri yang luar biasa.
Berdasarkan pemeriksaan singkat di lokasi, pria paruh baya tersebut mengaku mengalami serangan sakit pinggang hebat secara tiba-tiba.
Kondisi fisik yang menurun drastis membuatnya kehilangan kemampuan untuk mengendalikan kemudi, sehingga ia terpaksa menghentikan kendaraannya di tengah jalan demi menghindari kecelakaan.
Melihat kondisi korban yang memprihatinkan, Kepala SPK C, AIPDA Jeral Korban, mengambil inisiatif yang menyentuh hati.

Tanpa banyak bicara, ia langsung mengangkat dan menggendong MI dengan kedua tangannya sendiri untuk dievakuasi, memastikan sang sopir mendapatkan penanganan yang lebih layak dan nyaman.
Atas permintaan korban yang merasa sudah tidak berdaya, pihak kepolisian kemudian memutuskan untuk mengantarkan MI langsung ke kediamannya.
Tindakan spontan ini pun menuai simpati dari warga sekitar yang menyaksikan betapa sigapnya aparat dalam memberikan bantuan fisik maupun moral kepada warga yang kesulitan.
Kapolsek Matuari, AKP Feriantina Dwi Arahamayani, S.Tr.K., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat anggotanya.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Polri yang harus selalu hadir sebagai pelayan masyarakat dalam kondisi apa pun, termasuk situasi darurat kesehatan.
”Kami menekankan kepada seluruh anggota untuk selalu mengedepankan sisi humanis. Kehadiran Polri bukan sekadar soal penegakan hukum, tetapi juga tentang bagaimana memberikan rasa aman dan bantuan tulus saat masyarakat sedang dalam kondisi terjepit,”
tegas AKP Feriantina saat dikonfirmasi.
Melalui peristiwa ini, pihak Polsek Matuari mengimbau masyarakat agar senantiasa menjalin komunikasi aktif dan tidak segan meminta bantuan polisi jika menemui kendala di lapangan.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa dedikasi kepolisian di wilayah Bitung tetap berpijak pada semangat melayani dengan hati demi kepercayaan publik yang lebih kuat. (Kiti)



















