Remaja Tewas Misterius di Medan Tembung, Dugaan Penganiayaan Aparat Picu Amarah Publik

- Editor

Kamis, 9 April 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Medan I TribuneIndonesia.com–Kematian tragis seorang remaja di kawasan Medan Tembung pada Rabu dini hari (8/4/2026) memicu gelombang kemarahan publik sekaligus tanda tanya besar. Alfat Risky Dhayanto, warga Dusun II, Desa Paya Gambar, mengembuskan napas terakhir dalam kondisi mengenaskan, setelah diduga dikejar dan dianiaya oleh tim patroli Polsek Medan Tembung.

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Letda Sujono. Berdasarkan keterangan sejumlah rekan korban yang berada di lokasi, Alfat saat itu berboncengan bersama tiga orang lainnya. Namun, perjalanan mereka berubah menjadi tragedi ketika diduga terjadi aksi pengejaran oleh aparat kepolisian.

dalam situasi mencekam tersebut, sepeda motor yang mereka tumpangi terjatuh. Akibatnya, Alfat meninggal dunia di tempat. Sementara satu rekannya sempat dalam kondisi kritis dan dirawat di RSUD Dr. Pirngadi Medan, namun belakangan dilaporkan turut meninggal dunia. Satu korban lainnya disebut diamankan di Mapolsek Medan Tembung.

kematian Alfat menyisakan kejanggalan serius. Berdasarkan keterangan bilal mayit yang memandikan jenazah, ditemukan sejumlah luka mencurigakan di tubuh korban. Di antaranya luka robek di bagian leher sebelah kanan dengan diameter sekitar 4 cm dan kedalaman mencapai 9 cm, serta luka memar di kedua lutut dan bagian bawah perut. Luka-luka tersebut dinilai tidak lazim jika semata-mata disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas biasa.

di sisi lain, keterangan resmi pihak kepolisian justru memicu polemik. Kapolsek Medan Tembung, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, menyebut insiden tersebut murni kecelakaan lalu lintas, tanpa adanya penahanan terhadap pihak mana pun.

namun, pernyataan itu dibantah oleh pihak keluarga korban. Mereka mengaku berada di Mapolsek Medan Tembung bersama keluarga salah satu korban lain, dan menyebut bahwa seorang bernama David masih dalam status diamankan oleh pihak kepolisian. Perbedaan keterangan ini semakin memperkeruh suasana dan menimbulkan kecurigaan publik terhadap transparansi penanganan kasus.

ketua harian Pemuda Batak Bersatu Deli Serdang, Hoko Judo Putra Sihaloho, secara tegas menyayangkan sikap Kapolsek Medan Tembung yang dinilai tidak humanis dan terkesan menghindari awak media.

Baca Juga:  Kodim 0102/Pidie Koramil 11/Bandar Baru Pembuatan Jembatan Gantung di Desa Ara, Kec Bandar Baru, Kab Pidie Jaya Terus Dikebut dengan Semangat

“Ini ada apa sebenarnya? Seperti ada yang disembunyikan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Infokom Global Berkarya, Edward Sinaga, juga mengkritik minimnya keterbukaan informasi dari pihak kepolisian. Ia menegaskan bahwa publik berhak mengetahui fakta yang sebenarnya.

ini harus diusut tuntas. Kepolisian wajib memberikan penjelasan yang gamblang kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, keterangan dari pihak humas Polrestabes Medan yang bersumber dari Polsek Medan Tembung menyebutkan bahwa polisi awalnya menerima laporan dari warga terkait kejadian tersebut. Namun, penjelasan itu justru memunculkan pertanyaan baru, mengingat waktu kejadian yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.

siapa warga yang melapor? Apakah benar ada aktivitas warga pada jam tersebut?” menjadi pertanyaan yang kini ramai disuarakan.

Abdul Hadi, salah satu perwakilan yang ikut menyoroti kasus ini, mendesak agar perkara tersebut segera dilaporkan ke pimpinan dan diungkap secara terbuka. Ia juga meminta agar rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian diperiksa untuk memastikan kronologi yang sebenarnya.

kalau memang ini pembunuhan, siapa pelakunya? Semua harus dibuka secara terang demi memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika dugaan penganiayaan oleh aparat benar terjadi, maka hal tersebut merupakan tindakan biadab yang mencoreng nama institusi kepolisian. Oleh karena itu, Kapolda Sumatera Utara dan Kapolrestabes Medan didesak turun tangan langsung untuk mengusut kasus ini secara transparan dan profesional.

hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Medan Tembung belum memberikan keterangan lanjutan meski telah kembali dikonfirmasi oleh awak media. Sikap bungkam ini justru semakin memperkuat dugaan adanya upaya menutup-nutupi fakta di balik kematian tragis tersebut.

kasus ini kini menjadi sorotan luas masyarakat. Publik menuntut keadilan bagi para korban, sekaligus kejelasan atas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden dini hari yang merenggut nyawa tersebut. Ketika kepercayaan publik dipertaruhkan, transparansi dan keberanian mengungkap fakta menjadi satu-satunya jalan untuk menjaga marwah hukum dan kemanusiaan.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Ketua Umum DPP PPKMA Turun Tangan, Kepsek SMAN 1 Lawe Alas Tegaskan Pembayaran Berdasarkan Kesepakatan Orang Tua
Sinergitas Bank Aceh dan Komisi III DPRA untuk Optimalisasi PAD Aceh
Hadir di Marpolex 2026, Wali Kota Hengky Honandar Sambut Armada Penjaga Laut Internasional di Pelabuhan Bitung
Pemulihan Pascabencana Satgas PRR Pastikan Program Langsa Berlanjut hingga 2028,300 Hektar Tambak Tebar 10Juta Benih udang Vename
BREAKING! Waisai Diselimuti Asap Karhutla, Ketua DPRK Raja Ampat Turun ke Jalan Bagikan Masker ke Warga
Tak Tinggal Diam! Ketua DPRK Raja Ampat Turun Langsung Bagikan Masker di Tengah Kepungan Asap
Bupati Raja Ampat Instruksikan Penggunaan Masker, Sekolah Diminta Sesuaikan Aktivitas Luar Ruangan
Kebakaran Hutan Kofiau Sudah 3 Minggu, Anggota DPRP PBD Frangky Umpain Minta Pemerintah Bergerak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:48

Ketua Umum DPP PPKMA Turun Tangan, Kepsek SMAN 1 Lawe Alas Tegaskan Pembayaran Berdasarkan Kesepakatan Orang Tua

Kamis, 8 Oktober 2026 - 02:47

Sinergitas Bank Aceh dan Komisi III DPRA untuk Optimalisasi PAD Aceh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09

Pemulihan Pascabencana Satgas PRR Pastikan Program Langsa Berlanjut hingga 2028,300 Hektar Tambak Tebar 10Juta Benih udang Vename

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:31

BREAKING! Waisai Diselimuti Asap Karhutla, Ketua DPRK Raja Ampat Turun ke Jalan Bagikan Masker ke Warga

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:30

Tak Tinggal Diam! Ketua DPRK Raja Ampat Turun Langsung Bagikan Masker di Tengah Kepungan Asap

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:22

Bupati Raja Ampat Instruksikan Penggunaan Masker, Sekolah Diminta Sesuaikan Aktivitas Luar Ruangan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:38

Kebakaran Hutan Kofiau Sudah 3 Minggu, Anggota DPRP PBD Frangky Umpain Minta Pemerintah Bergerak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:55

Geger! Dugaan Pelajar SMA Beli Miras di Lorong Masjid Agung Waisai, Warga Desak Polisi Turun Tangan

Berita Terbaru

Tim PS Manado U-13, Dengan Kemenangan Telak 7-0, saat Berada di Lapangan hijau. (ft. raf)

Olah Raga

PS Manado U-13 Pegang Tiket 8 Besar Piala Soeratin

Kamis, 8 Okt 2026 - 04:10