​Kebangkitan Tradisi 17 Tahun: IPSI Bitung Hidupkan Kembali Semangat Silat di Jantung Kota

- Editor

Sabtu, 4 April 2026 - 09:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.comSuasana khidmat bercampur antusiasme tinggi menyelimuti Taman Kesatuan Bangsa (TKB) yang terletak di jantung Kota Bitung, Sabtu (04/04/26).

Kawasan ini menjadi saksi bisu kembalinya sebuah tradisi yang sempat mati suri selama hampir dua dekade dalam perhelatan akbar bertajuk Halal Bihalal dan Hari Raya Ketupat.

​Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bitung menjadi motor penggerak bangkitnya tradisi yang telah vakum selama 17 tahun tersebut.

Di bawah langit Syawal 1447 H, organisasi ini berhasil menyatukan kembali simpul-simpul persaudaraan yang sempat meredup melalui momentum perayaan hari kemenangan.


​Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2026 ini mengusung tema besar “Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Persaudaraan dalam Semangat Pencak Silat.”


Tema tersebut seakan menjadi komitmen baru bagi seluruh elemen pencak silat di Kota Cakalang untuk menjaga soliditas antar perguruan.

​Ketua IPSI Kota Bitung, Randi Marwan, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul dari dorongan kolektif bersama Badan Pencak Silat setempat.

Menurutnya, menghidupkan kembali nilai kebudayaan yang sempat terhenti adalah tanggung jawab besar kepemimpinan baru saat ini.

​“Ini adalah tradisi lama yang kurang lebih 17 tahun tidak dilaksanakan. Di kepemimpinan ini, kami berkomitmen penuh untuk menghidupkan kembali semangat pencak silat sebagai jati diri bangsa dan wadah persaudaraan,”

tegas Randi di tengah kemeriahan acara.

Kemeriahan semakin memuncak saat arena TKB berubah menjadi gelanggang unjuk kebolehan.


Sembilan perguruan silat ternama, di antaranya Tapak Suci, Panca Bela, Persinas ASAD, Petarung Ganda, Ababil, Singa Putih, hingga Naga Merah, tampak hadir memadati lokasi kegiatan.


​Tidak sekadar berkumpul dan makan bersama, IPSI Bitung juga menyisipkan agenda pertandingan sebagai bagian dari pembinaan teknis.

Baca Juga:  ​Cari Figur Berintegritas, Pemkot Bitung Gelar Seleksi Terbuka Direksi Perumda Pasar dan Bangun Bitung

Ajang ini dimanfaatkan untuk mengasah mental para atlet muda agar tetap berada dalam performa terbaik mereka di masa depan.

​Capaian IPSI Bitung sendiri belakangan ini tengah menanjak, di mana mereka sukses mencatatkan prestasi gemilang sebagai juara umum kedua dalam ajang bergengsi sebelumnya.

Prestasi ini menjadi modal penting untuk menatap kalender kompetisi yang kian padat.

​Menatap masa depan, Randi Marwan memproyeksikan kegiatan ini akan naik kelas pada tahun mendatang. Ia berambisi menjadikan agenda tahunan ini sebagai magnet bagi pesilat dari luar daerah, sehingga tidak hanya berfokus pada tradisi, namun juga peningkatan prestasi.

​Dalam waktu dekat, IPSI Bitung telah menyusun jadwal pembinaan yang ketat, dimulai dari kejuaraan di Bolaang Mongondow pada Juli mendatang.

Agenda akan berlanjut pada seleksi POPNAS di bulan Oktober serta seleksi Pra-PON yang dijadwalkan pada akhir November 2026.

​Sebagai penutup yang dramatis, kegiatan diakhiri dengan demonstrasi jurus dari para guru besar masing-masing perguruan.

Aksi para tokoh silat ini menjadi simbol kuat bahwa meski berbeda aliran, seluruh perguruan di Kota Bitung tetap berdiri kokoh dalam satu payung persaudaraan. (Kiti)

Berita Terkait

HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh
Peringati 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Zikir dan Doa Bersama
Arief Martha Rahadyan dan Harapan Generasi Muda: Dukungan Ujang Supriatin untuk Indonesia yang Lebih Produktif
GMNI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Camat dan Forum Reje Lut Tawar Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Jagong Jeget
Dikira Embun, Ternyata Debu Selimuti Jalan Lintas Kutacane-Medan ‎
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:36

Tes Urine ASN dan Agenda Perang Narkoba

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:35

45 Paskibraka dan Amanah Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:18

Pas Pula, Jalan Keluar bagi Pasien Tanpa Jaminan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:31

Wali Kota Bitung Apresiasi Baksos Rumah Lukaku, Utus Asisten III Pastikan Warga Dapatkan Layanan Kesehatan Gratis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:05

Dampingi Gubernur Sulut di Dermaga Satrol, Wali Kota Bitung Hengky Honandar Hadiri Peringatan HUT Kodaeral VIII

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:57

Dapur MBG dan Peta yang Belum Tuntas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:07

Jembatan Merah Putih dan Jejak Proyek Desa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:06

Pergantian Dandim dan Ujian Jejaring Kekuasaan

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Jangan Jadi Pemimpin Ambisius — Peradaban Bangsa Dibangun oleh Guru

Sabtu, 15 Agu 2026 - 03:11

Pemerintahan dan Berita Daerah

Tes Urine ASN dan Agenda Perang Narkoba

Sabtu, 15 Agu 2026 - 02:36

Feature dan Opini

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Sabtu, 15 Agu 2026 - 01:51

Feature dan Opini

Janji Manis Tanpa Bukti — Kesejahteraan Guru yang Selalu Ditunda

Sabtu, 15 Agu 2026 - 01:49