BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Masyarakat korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, sangat menyayangkan terkait pernyataan Kepala Posko Wilayah Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana, Safrizal ZA.
Pejabat Kementerian Dalam Negeri asal Aceh ini mengatakan, pengungsi korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, tidak boleh lagi tinggal di tenda karena sudah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH).
Pernyataan itu disampaikan Safrizal yang juga putra Aceh asli, dalam sebuah video singkat yang tersebar di beberapa media sosial (medsos), saat menjawab pertanyaan salah seorang nitizen di Pendopo Bupati Bireuen.
“Kami korban bencana banjir dan tanah longsor di Bireuen, rumah kami telah hancur diterjang banjir dan hingga sekarang kami masih tidur di tenda bersama keluarga, kami sangat kecewa kepada pak Safrizal atas pernyataannya dalam video yang tersebar di medsos, yang mengatakan korban bencana tidak boleh lagi tinggal di tenda karena sudah menerima DTH,” kata korban banjir yang masih mengungsi di bawah tenda komplek kantor Bupati Bireuen, Selasa (17/3/2026).
Dikatakan para korban banjir itu, mereka akan tetap tidur di tenda sampai menunggu kepastian kapan hunian yang layak dibangun untuk mereka. Mereka meminta Safrizal ZA untuk turun langsung ke lapangan, bukan hanya mendengar informasi dari Bupati Bireuen atau dari kroni-kroninya bupati yang tidak mau mengusulkan hunian sementara (Huntara) kepada korban bencana.
Selain itu, pemerintah kembali berjanji akan membangun huntap di Bireuen usai lebaran. Korban banjir bertanya, usai lebaran kapan dibangun hunian tetap, apakah usai lebaran idul fitri tahun ini atau usai lebaran haji tahun depan.
“Pak Safrizal neu tren u lapangan u lokasi bencana, bek neu dingo info di Pendopo Bupati Bireuen, bek asai neu peugah haba galak-galak droe nuh, seharus jih droe nuh selaku urueng Aceh yang na di pusat, neubantu kamo korban banjir, bek neu bela Bupati Bireuen yang han geutem usulkan huntara keu kamo korban banjir (pak Safrizal tolong turun ke lapangan, ke lokasi bencana, jangan hanya dengar informasi di Pendopo Bupati Bireuen, jangan asal ngomong suka-suka anda, seharusnya anda selaku orang Aceh yang ada di pusat, membantu kami korban banjir, jangan bela Bupati Bireuen yang tidak mau mengusulkan Huntara-red),” sesal para korban banjir di tenda pengungsi kantor Bupati Bireuen.
Selain itu, mereka juga meminta agar Safrizal jangan cari panggung diatas penderitaan korban bencana di Bireuen. Seharusnya kehadiran Safrizal bisa menjadi solusi bukan menambah masalah dan sakit hati bagi kami pengungsi korban bencana.
“Droe nuh pak Safrizal mangat neu duk lam AC digaji le negara, seharus jih jut keu urueng tuha, pulom kajut keu Dirjen, neu mita solusi kon neu peugah haba asal bapak senang, neu tayong bapak Bupati Bireuen pakon hana dimusyawarah ngon kamo korban bencana, bek dicok keputusan keudro jih bupati, kamo hana meu tupu pu peng DTH nyan, rupajih kamo yang hana sikula ka keunong peungut sit bak bupati, (anda pak Safrizal enak duduk dalam AC dan digaji oleh negara, seharusnya bisa dituakan apalagi sudah jadi Dirjen, cari solusi bukan berbicara asal bapak senang, tanya sama bupati Bireuen kenapa tidak bermusyawarah dengan kami korban bencana, jangan mengambil keputusan sendiri, kami tidak tahu apa itu DTH, rupanya kami yang tidak sekolah sudah kena tipu dari bupati-red),” ujar korban bencana geram.
Bahkan para pengungsi korban banjir yang tidak ada lagi rumah dan tanah karena hanyut dibawa sungai, kini mulai terkatung-katung, mereka tidak tahu harus kemana.
“Kami rumah dan tanah sudah tidak ada lagi, yang ada cuma tenda darurat, jika tenda harus dibongkar, kemana kami akan mengungsi, tidak mungkin kami harus tinggal tempat saudara dan tidak ada rumah sewa 600 ribu, apalagi kami tidak menerima DTH,” ujar korban banjir lainnya.
Mereka meminta Menteri Dalam Negeri yang juga Ketua Satgas Bencana, Pak Tito Karnavian untuk mengevaluasi dan menegur Safrizal.
Diulangi lagi oleh para pengungsi, Safrizal segera bertaubat dan meralat pernyataannya yang tersebar di medsos dan segera turun ke lapangan untuk menemui para pengungsi.
“Pak Safrizal silakan temui kami di tenda pengungsi, lihat dan dengarkan langsung keluh kesah kami, jangan hanya dengar omongan bupati dan kroni-kroninya,” tegas para pengungsi korban bencana di Bireuen. (*)



















