Kabar Kurang Menggembirakan bagi Guru Lulusan PPG 2025, TPG Belum Dialokasikan di APBN 2026

- Editor

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIBUNEINDONESIA.COM – Kabar kurang menggembirakan datang bagi ribuan guru yang dinyatakan lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025. Hingga awal 2026, Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi lulusan PPG 2025 belum tercantum dalam alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan guru, mengingat TPG merupakan hak finansial yang melekat setelah guru dinyatakan lulus sertifikasi dan memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan perundang-undangan.

APBN Disusun Sebelum PPG 2025 Rampung

Berdasarkan penjelasan resmi Kementerian Agama (Kemenag), belum dialokasikannya anggaran TPG tersebut disebabkan oleh waktu penyusunan APBN 2026 yang lebih dahulu selesai, sementara proses PPG dan sertifikasi guru tahun 2025 baru rampung pada akhir tahun.

“APBN 2026 disusun dan ditetapkan sebelum hasil kelulusan PPG dan sertifikasi tahun 2025 keluar secara final. Akibatnya, kebutuhan anggaran TPG untuk lulusan baru belum masuk dalam pagu awal,” demikian penjelasan Kemenag dalam keterangannya.

Situasi ini membuat pembayaran TPG bagi guru lulusan PPG 2025 belum dapat direalisasikan pada awal tahun 2026, meskipun secara regulasi para guru tersebut telah memenuhi syarat sebagai penerima tunjangan profesi.

Kemenag Ajukan Anggaran Tambahan

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Agama telah mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada DPR RI dengan nilai mencapai Rp5,8 triliun, yang diperuntukkan bagi pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Profesi Dosen (TPD) hasil sertifikasi tahun 2025.

Baca Juga:  ​Kresna Pramono Resmi Akhiri Masa Tugas sebagai Kajari Bitung

Usulan anggaran tambahan tersebut telah dibahas dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI dan mendapatkan persetujuan secara prinsip. Namun demikian, realisasi anggaran tersebut masih menunggu persetujuan dan penyesuaian administrasi dari Kementerian Keuangan.

Jika seluruh proses berjalan lancar, Kemenag memperkirakan pembayaran TPG baru dapat dilakukan pada Maret 2026, dengan skema pembayaran terhitung sejak Januari 2026.

Guru Diminta Bersabar

Meski demikian, kondisi ini tetap menimbulkan keresahan di kalangan guru, terutama bagi mereka yang berharap TPG dapat menjadi penopang ekonomi di awal tahun. Sejumlah guru menilai keterlambatan ini mencerminkan masalah klasik sinkronisasi data dan perencanaan anggaran pendidikan.

Pemerintah pun meminta para guru lulusan PPG 2025 untuk bersabar, sembari memastikan bahwa hak mereka tidak dihapus, melainkan hanya tertunda akibat kendala teknis penganggaran.

Catatan Penting bagi Pemerintah

Pengamat pendidikan menilai persoalan ini seharusnya menjadi evaluasi serius pemerintah, agar ke depan mekanisme perencanaan anggaran lebih adaptif terhadap dinamika kelulusan PPG dan sertifikasi guru.

“Setiap tahun masalahnya berulang. Guru sudah lulus, tetapi anggaran belum siap. Ini menunjukkan perlunya skema anggaran yang lebih fleksibel dan berpihak pada kepastian kesejahteraan guru,” ujar seorang pemerhati pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap membayarkan TPG bagi guru lulusan PPG 2025 setelah anggaran tambahan disetujui secara resmi.***

Berita Terkait

Solidaritas Tanpa Batas: Paguyuban Teupah Timur Pulangkan Jenazah Warga Simeulue yang Tertahan di Banda Aceh
Pembayaran Asrama Mahasiswa Raja Ampat di Manado, Jogja dan Manokwari  segera di bayar Pertengahan September
Dua Ruas Jalan di Jakarta Pusat Jadi Sorotan, Ada Apa? PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Stakeholder Siapkan Langkah Strategis
SETAHUN KIPRAH PURBAYA YUDHI SADEWA DI KEMENKEU DAN ALASAN DI BALIK PENGGANTIANNYA
PFM Desak Kapolda Baru Tuntaskan Dugaan Korupsi Sekretariat DPR PBD: “Itu Uang Rakyat”
Kepala Kantor Anny Setiawati, A. PTNH., M.M., menerima kunjungan silaturahmi Dandim 0111 Bireuen beserta jajaran
Bupati Bireuen Lantik Kepala Sekolah di Aula Lantai 3 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen
Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:24

Solidaritas Tanpa Batas: Paguyuban Teupah Timur Pulangkan Jenazah Warga Simeulue yang Tertahan di Banda Aceh

Selasa, 15 September 2026 - 08:25

SETAHUN KIPRAH PURBAYA YUDHI SADEWA DI KEMENKEU DAN ALASAN DI BALIK PENGGANTIANNYA

Selasa, 15 September 2026 - 07:08

PFM Desak Kapolda Baru Tuntaskan Dugaan Korupsi Sekretariat DPR PBD: “Itu Uang Rakyat”

Senin, 14 September 2026 - 15:49

Kepala Kantor Anny Setiawati, A. PTNH., M.M., menerima kunjungan silaturahmi Dandim 0111 Bireuen beserta jajaran

Senin, 14 September 2026 - 12:54

Bupati Bireuen Lantik Kepala Sekolah di Aula Lantai 3 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen

Senin, 14 September 2026 - 12:42

Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan

Senin, 14 September 2026 - 11:47

Konsisten Terapkan GRC, Jasa Raharja Raih Empat Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026

Senin, 14 September 2026 - 11:44

The Jasfren Ride, Jasa Raharja Ajak Masyarakat Berkendara Aman, Berbagi, dan Peduli Keselamatan

Berita Terbaru

Headline news

IKL SPPG dan Pintu yang Ditutup

Rabu, 16 Sep 2026 - 00:10

Pemerintahan dan Berita Daerah

Cabai Beringin dan Hitungan Harga di Pasar

Selasa, 15 Sep 2026 - 14:39