
Takengon – Sejumlah relawan yang tergabung dalam berbagai simpul kemanusiaan di Aceh Tengah sepakat membentuk Aliansi Relawan Aceh Tengah (ARA). Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam pertemuan bersama yang digelar di Posko RPN (Relawan Peduli Negeri), Jumat (17/1/2026).
Pertemuan itu dihadiri oleh tujuh simpul relawan yang selama ini aktif terlibat dalam penanganan kebencanaan di wilayah Aceh Tengah. Pembentukan ARA ditujukan sebagai wadah komunikasi bersama untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, serta menyusun strategi kegiatan kerelawanan secara kolektif.
Koordinator ARA, Yunadi HR, mengatakan aliansi ini bersifat terbuka dan mengajak seluruh relawan di Aceh Tengah untuk bergabung dalam satu wadah bersama. Menurutnya, keberadaan ARA diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan meningkatkan efektivitas gerakan kemanusiaan, khususnya dalam penanganan bencana.
“Aliansi ini dibentuk untuk menyatukan langkah relawan serta menjadi ruang bersama dalam menyuarakan langkah-langkah taktis dan strategis, baik yang telah dilaksanakan maupun yang direncanakan ke depan,” ujar Yunadi HR, Minggu (18/1/2026).
Selain itu, ARA juga mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah agar melibatkan aliansi relawan dalam proses penentuan kebijakan terkait penanganan bencana banjir dan tanah longsor. Yunadi menilai pelibatan tersebut penting guna menciptakan sinergi dan transparansi antara pemerintah daerah dan unsur organisasi masyarakat sipil.
“Pelibatan ARA dalam pengambilan kebijakan kebencanaan dinilai penting agar penanganan bencana lebih terkoordinasi dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Terkait penyediaan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana, ARA meminta pemerintah daerah mempercepat proses pembangunannya. Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan lokasi Huntara benar-benar tepat, efisien, dan memenuhi kaidah mitigasi bencana.
“Kami menekankan agar pembangunan Huntara memperhatikan aspek keamanan dan mitigasi, sehingga tidak menimbulkan risiko baru di kemudian hari,” jelas Yunadi.
Meski demikian, ARA menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi pemerintah daerah dalam seluruh tahapan penanganan bencana, mulai dari masa tanggap darurat, pemulihan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah.
“Aliansi ini diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana yang lebih terkoordinasi, partisipatif, dan berpihak pada keselamatan serta kepentingan masyarakat terdampak,” pungkasnya.













