Bahas Penerimaan Santri Korban Banjir Aceh Secara Gratis
PIDIE JAYA/Tribuneindonesia.com
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H Ruslan Daud (HRD), membahas rencana penerimaan santri baru korban banjir Aceh secara gratis bersama Abiya Anwar Kuta Krueng, di Pondok Pesantren Darul Munawwarah Kuta Krueng, Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (31/12/2025).
Kepada Wartawan HRD mengatakan, penerimaan santri baru korban banjir Aceh secara gratis, merupakan inisiatif Abiya Anwar Kuta Krueng. Mendapat kabar tersebut, HRD langsung mendapat arahan dari Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, yang juga Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar untuk menemui Abiya Anwar membahas hal tersebut.
“Gus Muhaimin sangat terharu dan bangga kepada Abiya Anwar Kuta Krueng selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darul Munawarah yang menggratiskan pendidikan untuk anak-anak korban banjir di Aceh, beliau memerintah kami untuk menemui Abiya membahas hal tersebut,” kata HRD.
Gus Muhaimin juga menekankan bahwa kehadiran dan kepedulian terhadap para anak-anak korban musibah merupakan tanggung jawab bersama. “Gus Imin ingin mereka tetap punya mimpi besar, tidak boleh mematikan harapan. Mereka tidak boleh putus sekolah, terutama pendidikan agama, belajar di Pondok Pesantren sangat tepat,” kata Gus Muhaimin yang disampaikan lewat HRD.
Karena itu Gus Muhaimin yang juga Panglima Santri, siap memfasilitasi dan membantu pendidikan anak-anak korban banjir Aceh yang akan mondok di Pesantren (Dayah) yang didirikan almarhum Abu Usman Kuta Krueng (Ulama Besar Aceh) yang juga ayahanda dari Abiya Anwar Kuta Krueng.
“Gus Muhaimin juga menitipkan salam untuk Abiya Anwar, yang telah berniat baik menggratiskan pendidikan untuk anak-anak korban banjir Aceh, beliau juga menyampaikan salam kepada para dewan guru dan santri, memasuki tahun baru 2026 ini mari kita terus bahu membahu serta terus berdoa agar Indonesia dan Aceh khususnya terus pulih dan lebih baik,” ucap HRD.
Menurut Gus Muhaimin, musibah yang dialami anak-anak Aceh, Sumut dan Sumbar, tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Ia menegaskan bahwa para generasi bangsa korban musibah tersebut tetap memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang cemerlang.
Tambah HRD, Gus Ketum mengaku senang dapat memfasilitasi anak-anak untuk menikmati suasana di Pondok Pesantren, sehingga memiliki semangat yang lebih besar untuk menatap masa depan. Pendidikan mereka harus tetap berjalan, masa depan mereka harus terjamin.
Sementara itu, Abiya Kuta Krueng yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB-HUDA), mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemerintah, Gus Muhaimin dan HRD, atas kepeduliannya kepada Pondok Pesantren yang dipimpinnya tersebut, yang kini memiliki santri lebih kurang mencapai 10.000 santri putra dan putri.
“Kami juga terharu dan berterima kasih kepada Pemerintah dan Gus Muhaimin selaku Menko Pemberdayaan Masyarakat serta H Ruslan anggota DPR RI Fraksi PKB, yang sangat peduli dan selalu membantu dayah kami,” ucap Abiya Anwar.
Sebagaimana diketahui, Pondok Pesantren Darul Munawwarah Kuta Krueng yang terletak di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya Aceh, saat ini memiliki santri lebih kurang mencapai 10.000 santri yang terdiri dari putra dan putri. Pondok pesantren ini didirikan pada tahun 1964 oleh Tgk. H. Usman Ali atau yang akrap disapa oleh masyarakat Aceh dengan sebutan Abu Kuta Krueng
Hingga saat ini telah banyak melahirkan ribuan alumni yang telah mengabdi dalam masyarakat, dengan mendirikan Pondok Pesantren Cabang di daerah masing-masing, baik di Aceh maupun luar Aceh. (*)















