Bitung, Sulut | Tribunelndonesia.com
Suasana malam pergantian tahun di Kecamatan Aertembaga mendadak mencekam saat si jago merah mengamuk pada Rabu (31/12) malam.
Kobaran api yang mulai terlihat sekitar pukul 22.40 WITA tersebut menghanguskan sejumlah bangunan fasilitas publik dan pendidikan, memicu respons cepat dari seluruh elemen pimpinan daerah.
Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., bersama Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., dan Wakil Wali Kota, Randito Maringka, S.Sos., terpantau turun langsung ke titik api.
Tak hanya meninjau, jajaran petinggi daerah ini bahkan ikut berjibaku bersama petugas dalam upaya memadamkan api yang terus merembet ke bangunan sekitar.
Sinergitas di lapangan semakin kuat dengan kehadiran Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, serta Danyonmarhanlan VIII, Letkol Mar Helmi Hamsyir.
Kehadiran para pimpinan lintas instansi ini bertujuan untuk memastikan proses evakuasi dan pemadaman berjalan efektif guna meminimalisir dampak kerugian yang lebih besar.
Laporan terkini menyebutkan bahwa dampak terparah dialami oleh SD GMIM 1 Aertembaga.
Sejumlah ruang kelas sementara dilaporkan ludes terbakar dan mengalami kerusakan berat, termasuk satu unit rumah dinas guru yang ikut rata dengan tanah akibat amukan api yang begitu cepat menjalar.
Kerusakan juga merembet ke institusi pendidikan tetangga, yakni SMP Kristen Aertembaga.
Fasilitas perpustakaan yang menyimpan dokumen dan buku-buku penting, serta beberapa ruang kelas lainnya, tak luput dari jilatan api sehingga menambah daftar panjang kerugian materiil dalam insiden tragis ini.
Selain itu, sektor tempat ibadah pun turut terdampak, di mana Ruangan Pastori Gereja Imanuel Aertembaga dilaporkan mengalami kerusakan.
Di tengah puing-puing sisa kebakaran, Kapolres bersama jajaran Forkopimda menyempatkan diri berdialog dengan pihak sekolah dan pengurus jemaat untuk menyampaikan rasa empati serta dukungan moral.
Operasi pemadaman ini melibatkan kekuatan penuh dengan mengerahkan sedikitnya empat unit Damkar Pemkot Bitung yang dibantu armada dari sektor industri.
Tercatat, unit pemadam dari Pelindo Bitung dan PT MNS, serta armada motor pemadam (Damtor), dikerahkan secara simultan ke lokasi kejadian.
Guna memastikan ketersediaan pasokan air selama proses pemadaman, Perumda Air Kota Bitung dan PT MNS menyiagakan tiga unit mobil suplai air.
Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, TNI, dan sektor swasta ini menjadi kunci utama hingga api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum meluas ke pemukiman warga.
Sementara itu, terkait pemicu insiden, Kasi Humas Polres Bitung, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abdul Natip Anggai, menyatakan bahwa Tim INAFIS telah berada di lokasi untuk melakukan olah TKP.
“Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari kepolisian,”
pungkasnya. (Kiti)














