Kapolda Aceh Dipeusijuek oleh Warga Lampaseh Kota

- Editor

Senin, 8 September 2025 - 01:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh/Tribuneindonesia.com

Kapolda Aceh Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah mendapat prosesi tepung tawar (peusijuek) dari warga Lampaseh Kota. Kegiatan tersebut berlangsung saat Kapolda bersilaturahmi dengan masyarakat di Masjid Bani Salim, Gampong Lampaseh Kota, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, Minggu, 7 September 2025.

Prosesi peusijuek dipimpin oleh tokoh agama dan masyarakat setempat sebagai bentuk doa dan harapan agar Kapolda Aceh senantiasa diberkahi keselamatan, kesehatan, serta keberhasilan dalam menjalankan tugas memimpin jajaran kepolisian di Tanah Rencong.

Peusijuek merupakan tradisi adat Aceh yang sarat makna, melambangkan keberkahan, keselamatan, dan kerukunan. Masyarakat Lampaseh Kota menyambut hangat kehadiran Kapolda, yang dinilai sebagai sosok pemimpin dekat dengan rakyat dan terbuka untuk bersilaturahmi.

Dalam kesempatan itu, Brigjen Marzuki menyampaikan apresiasi atas sambutan penuh kehangatan dari warga Lampaseh Kota. Ia menegaskan bahwa kebersamaan dan doa masyarakat menjadi energi besar bagi dirinya dan seluruh jajaran Polda Aceh untuk terus bekerja menjaga keamanan dan ketertiban.

“Doa dan dukungan dari masyarakat adalah energi bagi kami. Insya Allah, kami akan berupaya maksimal agar Polri hadir dengan humanis, profesional, dan selalu dekat dengan rakyat,” ujarnya.

Abituren Akabri 1991 itu juga mengajak warga, khususnya para tokoh agama dan pemuda, untuk bersinergi menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif. Ia turut berpesan kepada generasi muda untuk menjaga kesehatan serta menjauhi narkoba.

Baca Juga:  Aksi Kemanusiaan Warnai Bhayangkara Otomotif, Kapolda Sulteng Bagi Ratusan Sembako dan Kursi Roda

“Kalau kesehatan terjaga, mudah-mudahan cita-cita bisa tercapai. Tapi kalau sudah rusak karena narkoba, itu sulit dibantu,” tegasnya.

Silaturahmi tersebut berlangsung penuh keakraban, ditandai dengan dialog dan ramah tamah antara Kapolda dan masyarakat. Sejumlah aspirasi dan harapan warga juga disampaikan langsung kepada Kapolda, sebagai wujud komunikasi dua arah antara polisi dengan rakyat.

Sementara itu, Keuchik Gampong Lampaseh Kota, Mardali, mengungkapkan bahwa kehadiran Kapolda menghadirkan kembali kenangan masa lalu di kampung.

“Ini jadi momen nostalgia. Semua orang di sini kembali mengingat masa-masa indah, ketika bermain bola, menjala ikan Mujair di kolam, atau berkumpul makan bersama. Suasana ini menghidupkan kembali kenangan lama yang penuh keakraban,” ujarnya.

Menurut Mardali, gaya kepemimpinan Brigjen Marzuki Ali Basyah lebih dekat dengan masyarakat dan tidak segan turun langsung mendengar aspirasi warga, termasuk saat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

“Kapolda Aceh lebih familiar, hubungan silaturahmi dengan masyarakat lebih akrab. Saat demo pun beliau tidak menolak, malah menerima langsung tuntutan masyarakat dengan terbuka,” kata Mardali.

Ia berharap, kehadiran Kapolda Aceh di Lampaseh Kota dapat semakin memperkuat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Bagi warga, momen tersebut bukan sekadar pertemuan formal, melainkan juga simbol kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyat.

Berita Terkait

Pelayanan Samsat Polresta Deli Serdang Dioptimalkan dan Bebas Pungli
Kapolres Bireuen Pimpin Sertijab Dua Kasat dan Tiga Kapolsek
Negara Hadir untuk Rakyat, Kasdam IX/Udayana Pimpin Groundbreaking 24 Titik Jembatan Garuda
Audit Kinerja Itswasda Polda Bali Tahap I Tahun Anggaran 2026 Digelar di Polres Gianyar
Sinergi Babinsa dan Linmas Desa Mas Sisir Titik Rawan, Pastikan Penduduk Pendatang Tertib Administrasi
Polda Bali Gaungkan Charity for Indonesia Lewat Pra-Event Kemala Run 2026 di Renon
Gerak Cepat Polsek Biru-Biru Sapu Bersih Dugaan Judi Tembak Ikan, Empat Titik Disisir Tanpa Temuan
Tim Wasops Itwasum Polri Datang, Polda Bali Tegaskan Kesiapan Total Operasi Ketupat 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:51

Peta Tubuh di Telapak Kaki Antara Mitos, Terapi, dan Fakta Medis

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:00

“Wak Labu ! Raja Licik yang Paling Pintar… Mengelabui Rakyat Sendiri”

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:17

TTI Mendesak Kajari Aceh Besar Usut Kasus THR dan Gaji ke 13 Guru di Kabupaten Aceh Besar sejumlah Rp.17,44 Milyar.

Kamis, 12 Maret 2026 - 04:26

Program Makan Bergizi Gratis: Investasi Masa Depan atau Sekadar Proyek Populis?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:15

Bhayangkara di Garis Pengabdian: Menjaga Negeri tak kenal waktu

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:21

Agama Menguatkan Bhayangkara

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:28

Syariat Islam di Kota Langsa Kian Melemah: Ketika Dinas Syariat Hanya Menerima Laporan Tanpa Kewenangan Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:55

Kecebur Fantasi di Kolam! Udin Dipukul Mimpi, Amat Kena Tampar

Berita Terbaru

Peristiwa, kecelakaan dan bencana Alam

Puting Beliung Terjang Batang Kuis Tengah Malam, 121 Rumah Rusak dan Warga Terluka

Selasa, 31 Mar 2026 - 10:21

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x