Gayo Lues | TribuneIndonesia.com – Aksi perampokan terhadap seorang lanjut usia terjadi di Desa Kute Lintang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Sabtu, 7 Februari 2026, sekitar pukul 14.25 WIB. Korban, RS (62), mengalami luka dan trauma berat setelah disekap dan dianiaya pelaku di dalam rumahnya.
Peristiwa bermula saat korban pulang dari rumah anaknya yang tidak jauh dari kediamannya. Setibanya di rumah, korban berencana mandi dan melaksanakan salat Zuhur. Namun, beberapa menit kemudian, seseorang mengetuk pintu rumah. Tanpa disadari, pintu depan dalam kondisi tidak terkunci, sebagaimana kebiasaan korban pada siang hari.
Pelaku yang diduga telah mengintai sebelumnya, memanfaatkan situasi tersebut untuk masuk ke dalam rumah. Ia kemudian mengetuk pintu kamar. Korban yang mengira itu adalah cucunya, langsung membuka pintu tanpa curiga.
Betapa terkejutnya korban saat mendapati seorang pria tak dikenal berdiri di hadapannya. Pelaku yang disebut-sebut masih berusia remaja, berkulit gelap, mengenakan jaket dan topi, langsung menyekap korban dan mendorongnya ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, pelaku mencekik korban hingga tak berdaya. Korban sempat berusaha melawan, namun kalah tenaga. Aksi kekerasan itu berlangsung sekitar 30 menit, hingga korban hampir tidak bergerak.
Dalam kondisi terdesak, korban akhirnya menyerahkan gelang dan cincin emas yang dipakainya. “Bawa saja emas saya, asal jangan bunuh saya,” ujar korban dalam bahasa daerah kepada pelaku.
Setelah berhasil menguasai perhiasan korban yang diperkirakan seberat 16 mayam emas, pelaku kembali mencekik korban dari belakang hingga tak bergerak. Mengira korban telah meninggal dunia, pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Alikasim dan menjalani perawatan selama beberapa hari. Saat ini, kondisi korban mulai membaik, meski masih mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut.
Pihak keluarga melalui Abd Rahman, adik korban, menyatakan telah melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum (APH) dan berharap pelaku segera ditangkap.
“Kami percaya pihak kepolisian akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini. Hingga saat ini, korban masih trauma dan belum berani kembali tinggal di rumahnya sebelum pelaku tertangkap,” ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat setempat, mengingat korban merupakan lansia yang tinggal seorang diri dan menjadi sasaran kekerasan brutal di siang hari. Polisi diharapkan segera mengungkap dan menangkap pelaku guna memberikan rasa aman kepada warga. (H)






















