Bitung | Tribuneindonesia.com –Menjelang perayaan Idulfitri, jajaran prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VIII Bitung memperkuat barisan dalam pengamanan jalur laut, Minggu (15/03/26).
Kehadiran personel baret ungu tersebut menjadi bagian penting dalam Apel Pembukaan Posko Penyelenggara Angkutan Laut Lebaran 2026 yang digelar di Pelataran Terminal Penumpang Pelabuhan Samudera Bitung, pada jumat (13/03).
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kelurahan Bitung Timur ini dipimpin langsung oleh Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Bitung, Dr. Victor Vikki Subroto, M.M., M.Mar.E.
Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa sinergitas antarinstansi menjadi kunci utama dalam mengawal arus mudik yang diprediksi akan mengalami peningkatan volume penumpang pada tahun ini.
Hadir dalam seremoni tersebut sejumlah pejabat tinggi daerah, di antaranya Wali Kota Bitung Hengky Honandar bersama jajaran Forkopimda.
Kehadiran pemerintah kota menegaskan dukungan penuh terhadap aspek logistik dan keamanan wilayah selama masa angkutan Lebaran berlangsung.
Dari unsur militer dan kepolisian, tampak hadir Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip serta Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H.,
Kehadiran pucuk pimpinan TNI-Polri ini bertujuan untuk memastikan bahwa koordinasi pengamanan di lapangan berjalan tanpa celah, khususnya di area vital seperti pelabuhan.
Pihak otoritas pelabuhan yang diwakili Kepala KSOP Kelas I Bitung, Capt. Andi Firdaus, beserta para pemangku kepentingan seperti GM Pelabuhan Bitung, James David Hukom dan direksi PT Pelindo serta PT ASDP, turut menyatakan kesiapannya.
Kolaborasi lintas sektor ini dirancang untuk menciptakan ekosistem transportasi laut yang terintegrasi dan responsif terhadap kendala di lapangan.
Esensi dari pembentukan posko ini adalah sebagai manifestasi kesiapsiagaan kolektif dalam menjamin aspek keselamatan dan kenyamanan para pemudik.
Fokus utama petugas tidak hanya pada kelancaran arus penumpang, tetapi juga pada pengawasan ketat terhadap standar keamanan pelayaran di perairan Bitung.
Dr. Victor Vikki Subroto dalam arahannya menegaskan prinsip “Zero Compromise for Safety” sebagai harga mati.
Ia menginstruksikan seluruh petugas di lapangan agar tidak memberikan toleransi sekecil apa pun terhadap pelanggaran prosedur keselamatan, demi memberikan pelayanan publik yang optimal dan meminimalisir risiko kecelakaan laut.
Selain fungsi pengawasan, Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 ini diproyeksikan sebagai pusat informasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Keberadaan posko yang beroperasi penuh selama periode Lebaran diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengikuti regulasi keselamatan saat berlayar.
Menutup rangkaian kegiatan, Pasi Intel Marinir Bitung menyampaikan bahwa apel berjalan dengan sukses dan kondusif.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman di wilayah Bitung, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang dan lancar. (Kiti)




















