Yahdi Hasan Masuk Tiga Besar Calon Ketua DPRA, Restu Muzakir Manaf Jadi Penentu

- Editor

Selasa, 14 April 2026 - 05:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIBUNEINDONESIA. BANDA ACEH – Nama Yahdi Hasan kembali mencuat dalam dinamika politik Aceh. Politisi senior Partai Aceh itu resmi masuk dalam tiga besar kandidat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2026–2029.

Masuknya Yahdi ke bursa calon pimpinan DPRA tidak mengejutkan publik. Rekam jejaknya terbilang panjang, mulai dari dunia kerja sebagai karyawan PT Kraf Kertas Aceh (1988–2002), hingga berkiprah di dunia usaha sebagai direktur di sejumlah perusahaan di wilayah Aceh Tengah seperti CV Alas Gayo, CV Lawe Mbogoh, dan CV Laskar Putra Linge.

Karier politiknya semakin menguat sejak dipercaya menjadi anggota DPRA selama tiga periode, yakni 2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2029. Ia juga dikenal sebagai Ketua DPW Partai Aceh Aceh Tenggara periode 2023–2028 serta pernah menjabat Plt Ketua DPW pada 2021–2023.

Selain pengalaman politik, Yahdi juga mengantongi latar belakang pendidikan komunikasi. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada 2021 dan Magister Ilmu Komunikasi pada 2023. Hal ini memperkuat citranya sebagai politisi dengan bekal akademik.

Saat dikonfirmasi, Yahdi menyampaikan sikap normatif khas politisi.

“Saya tidak berambisi menjadi Ketua DPR Aceh. Tapi jika dipercayakan oleh pimpinan Partai Aceh, khususnya Bapak Muzakir Manaf, saya siap mengemban amanah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi publik. Banyak pihak menilai, posisi Ketua DPRA sangat ditentukan oleh restu Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, serta dukungan dari lembaga adat Aceh.

Dukungan terhadap Yahdi disebut cukup kuat, khususnya dari wilayah tengah Aceh seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. Basis ini dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam kalkulasi politik internal partai.

Baca Juga:  MBG YCKGN Delima Hadirkan Menu Sehat dan Bergizi

Yahdi juga dikenal sebagai bagian dari mesin pemenangan dalam sejumlah momentum politik, termasuk dalam Pilgub Aceh 2024 serta berbagai agenda politik sebelumnya di wilayah tengah.

Namun, pengamat menilai bahwa peluang menjadi Ketua DPRA tidak hanya ditentukan oleh loyalitas dan pengalaman. Jabatan tersebut juga berkaitan dengan strategi konsolidasi politik Partai Aceh ke depan, termasuk menghadapi dinamika menuju 2029.

Di sisi lain, publik mulai mempertanyakan rekam jejak kebijakan yang telah ditinggalkan Yahdi selama menjabat sebagai anggota DPRA. Isu mengenai kontribusi nyata bagi pembangunan di daerah pemilihannya menjadi sorotan yang tidak bisa diabaikan.

Jika akhirnya ditunjuk, Yahdi akan menghadapi tantangan besar. Ketua DPRA bukan sekadar posisi administratif, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mengawal anggaran daerah yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah serta menentukan arah kebijakan politik di Aceh.

Kini, keputusan akhir berada di tangan Muzakir Manaf. Sementara itu, dinamika politik internal Partai Aceh dipastikan akan terus menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu ke depan.

Apakah Yahdi Hasan akan menjadi pilihan utama, atau justru muncul nama lain sebagai kompromi politik, masih menjadi tanda tanya besar.

Yang jelas, pertarungan menuju kursi Ketua DPRA semakin menarik untuk disimak.***

Berita Terkait

Drama Adu Penalti Antarkan PSP Pateten ke Semifinal Youth Kampis Cup VI 2026
Komisi Pemberantasan Korupsi RI Diminta Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Makan Minum dan Perjalanan Dinas Sekdakab Aceh Tenggara
Terkait PAW Dalam Organisasi Lembaga lkpk Atas Nama Agus Srikandi Cacat Hukum 
Opini Publik: Menyoal Sikap Bungkam Pemkab Aceh Tenggara” Sengaja Mengulur Waktu Atau Pembangkangan Hukum Terbuka”?
​Terima Audiensi Pedagang, Hengky Honandar Komitmen Dorong Kebijakan Pro-Rakyat
​Satlantas Polres Bitung Tertibkan Antrean SPBU dan Jaring Belasan Pelanggar Lalu Lintas
Harga Bahan Pokok Terus Meroket, Warga Keluhkan Dampak MBG dan Minta Pemerintah Evaluasi
Enam Bulan Pascabencana, Surya Dharma Pertanyakan Keseriusan Bupati Bireuen
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:44

Kualanamu Tetap Beroperasi Normal di Tengah Black Out Sumbagut, Sistem Cadangan Bandara Berjalan Optimal

Senin, 27 April 2026 - 12:09

Banda Aceh Rayakan HUT ke-821, Momentum Sinergi di Tengah Sorotan Efisiensi Anggaran

Selasa, 7 April 2026 - 07:28

Ridwan Hisjam: Hilirisasi Berbasis Teknologi adalah Kunci Kedaulatan Ekonomi Jawa Timur

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:26

Ridwan Hisjam: Menjaga Nurani di Tengah Godaan Politik Uang

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:10

Dari Keraguan ke Kepercayaan: Suara Warga Mengantar RSU Cut Mutia Menjadi Pilihan Utama di Langsa

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:06

Optimalisasi Potensi Kader untuk Mendorong Kemajuan Organisasi

Selasa, 2 Desember 2025 - 05:53

PADI Serukan Aksi Tegas atas Penebangan Liar Pasca Banjir Bandang

Kamis, 27 November 2025 - 09:47

PADI Teguhkan Komitmen Perkuat Pendidikan Nasional Menuju Indonesia Emas

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

BLK Deli Serdang Cetak SDM Siap Kerja

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:51

Pemerintahan dan Berita Daerah

Total Revitalisasi SDN Tanjung Selamat,Asri Ludin Pacu Lompatan Mutu Pendidikan

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:37

Pemerintahan dan Berita Daerah

Asri  Ludin Tambunan Tinjau Jalan Industri, Akses Ekonomi Paluh Gelombang Dikebut

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:20