MEDAN | TribuneIndonesia.com–Pagi itu, hiruk-pikuk Persimpangan Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Rabu (7/1/2026), tiba-tiba terasa berbeda. Di tengah kesibukan pengaturan arus lalu lintas saat kegiatan strong point pagi, Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, S.H., M.H., dihampiri seorang anak kecil yang hendak berangkat ke sekolah.
Dengan suara polos dan wajah penuh harap, anak itu menyampaikan permintaan sederhana namun sarat makna.
“Pak Polisi, sini lah. Tolong bantu ibu saya, kereta kami mogok,” ucapnya lirih.
Kalimat singkat itu seketika menghentikan langkah sang Kapolsek. Tanpa ragu, Kompol Bambang mendekat dan menanyakan apa yang terjadi.
“Mogok? Kok bisa,” tanyanya lembut.
Tak jauh dari lokasi, sang ibu tampak kebingungan. Tangannya terus berusaha menyalakan sepeda motor yang tak kunjung hidup.
“Kenapa, Bu, keretanya?” tanya Kapolsek Sunggal sambil mendekat.
“Gak tahu, Pak,” jawab sang ibu singkat, dengan raut cemas.
Kompol Bambang kemudian memeriksa kendaraan tersebut. Tak butuh waktu lama, penyebabnya pun ditemukan. Tangki bahan bakar motor itu ternyata kosong.
“Ooo, minyaknya habis,” ujarnya sambil tersenyum.
Tanpa banyak bicara, Kapolsek Sunggal langsung mengulurkan bantuan. Ia memberikan uang kepada sang anak untuk membeli bahan bakar, seraya menepuk bahunya dengan penuh kehangatan.
“Ini untuk beli minyak ya, Nak. Rajin-rajin sekolah,” ucapnya.
Sederhana, namun penuh arti. Di tengah rutinitas tugas menjaga ketertiban, aksi kecil Kompol Bambang Gunanti Hutabarat pagi itu menjadi potret nyata wajah humanis Polri. Sebuah kepedulian yang lahir bukan dari kewajiban, melainkan dari hati.
Pagi di Kampung Lalang pun kembali bergerak. Sang ibu melanjutkan perjalanan, sang anak menuju sekolah, dan satu pelajaran berharga tertinggal di persimpangan itu: bahwa kepedulian tulus mampu menghangatkan siapa saja, bahkan di tengah lalu lintas yang padat.
Ilham Gondrong














