Banda Aceh | TribuneIndonesia.com – Program dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh kini mulai mengarahkan setiap dapur SPPG untuk melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam rantai penyediaan bahan pangan.
Hal ini terungkap dari hasil penelitian lapangan yang dilakukan oleh Komunitas Aktivis Keadilan Indonesia (KAKI) saat melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik dapur SPPG di Aceh.
Dalam peninjauan tersebut, tim juga melakukan wawancara dengan beberapa pengelola dapur SPPG. Mereka menjelaskan bahwa dalam satu kecamatan terdapat sekitar tiga dapur SPPG yang beroperasi. Setiap dapur diwajibkan menjalin kerja sama dengan sekitar 30 pelaku UMKM lokal.
“Setiap dapur wajib menggandeng pelaku usaha rumah tangga di sekitar wilayahnya. Bahan-bahan seperti telur, sayuran, serta berbagai produk pangan lainnya diupayakan dibeli langsung dari masyarakat lokal,” ujar salah satu pengelola dapur SPPG.
Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di daerah. Dengan adanya keterlibatan UMKM, perputaran ekonomi di tingkat desa dan kecamatan mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan.
Program pemerintah melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut sebagai kebijakan yang tepat dalam membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil. Sejak mulai dijalankan pada Januari 2025 hingga Januari 2026, program ini dinilai mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan dan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, program MBG juga turut membantu masyarakat yang terdampak bencana, termasuk korban banjir di sejumlah wilayah Aceh.
“Pasca banjir di Aceh, banyak warga yang terbantu melalui program MBG ini. Masyarakat merasa sangat senang karena program ini tidak hanya membantu kebutuhan gizi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga,” ujar Muamar.
Dengan keterlibatan UMKM dalam program dapur gizi tersebut, diharapkan roda ekonomi masyarakat Aceh semakin bergerak dan memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. (A)



















