DELI SERDANG | TribuneIndonesia.com – Pendidikan bukan sekedar proses transfer ilmu pengetahuan. Pendidikan adalah fondasi pembentukan karakter, akhlak, dan nilai-nilai kebangsaan yang akan melahirkan generasi unggul, berintegritas, serta membanggakan keluarga, daerah, dan negara.
Nilai-nilai luhur yang tertuang dalam Pancasila harus ditanamkan sejak dini kepada peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang berkepribadian kuat, berakhlak mulia, cinta tanah air, serta mampu berkontribusi nyata bagi bangsa. Untuk mewujudkan itu, diperlukan sistem pendidikan yang benar-benar terukur, tenaga pendidik yang kompeten dan teruji, serta fasilitas sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.
Di tengah realitas banyaknya sekolah yang masih berjuang meningkatkan mutu, SMAN 2 Percut Sei Tuan justru tampil sebagai bukti bahwa sekolah yang berada di wilayah pedesaan mampu melahirkan peserta didik berkualitas, berprestasi, dan berkarakter kuat.
Sekolah ini dikenal tidak hanya unggul dalam prestasi akademik dan nonakademik, tetapi juga menjadi contoh dalam hal kebersihan, kerapian, serta tata kelola lingkungan sekolah yang sehat dan asri. Lingkungan belajar yang nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk mental, kedisiplinan, dan semangat belajar siswa.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran kepemimpinan kepala sekolah, Suaibatul Aslamiah, yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam membangun kualitas pendidikan dan karakter peserta didik. Di bawah kepemimpinannya, para guru didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, menjadi teladan bagi siswa, serta menanamkan nilai moral dalam setiap proses pembelajaran.
Saat ditemui di lingkungan sekolah pada Jumat 27 Februari 2026, Suaibatul Aslamiah menegaskan bahwa pendidikan karakter menjadi pondasi utama dalam membentuk generasi masa depan.
“Pendidikan dan pembelajaran adalah prioritas utama. Namun, akhlak, kerapian, kedisiplinan, serta nilai-nilai agama juga harus ditanamkan sejak dini. Anak-anak tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang beretika, bertanggung jawab, dan beriman,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan tekad menjadikan SMAN 2 Percut Sei Tuan sebagai sekolah percontohan di Kabupaten Deli Serdang.
“Kami ingin membuktikan bahwa sekolah di desa pun mampu menjadi contoh bagi sekolah lain. Dengan kerja sama guru, siswa, dan dukungan orang tua, kami yakin SMAN 2 Percut Sei Tuan bisa menjadi sekolah rujukan dalam hal kebersihan, kedisiplinan, prestasi, serta pembentukan karakter,” tegasnya.
Komitmen tersebut terlihat dari suasana sekolah yang tertata rapi, lingkungan yang bersih, serta budaya disiplin yang diterapkan kepada seluruh warga sekolah. Para guru tidak hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga hadir sebagai figur teladan dalam sikap, tutur kata, dan perilaku sehari-hari.
Keberadaan SMAN 2 Percut Sei Tuan menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh letak geografis. Dengan kepemimpinan yang visioner, tenaga pendidik yang profesional, serta lingkungan belajar yang sehat, sekolah di pedesaan pun mampu melahirkan generasi emas yang siap membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa Indonesia.
Ilham Gondrong



















