BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Siswa program boarding SMP Negeri 2 Bireuen kembali menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan gotong royong rutin bertajuk “Jumat Bersih” yang dilaksanakan di lingkungan sekolah, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini menyasar kebersihan area asrama, halaman sekolah, hingga ruang publik di sekitarnya. Seluruh siswa boarding turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan tanggung jawab.
Kegiatan gotong royong ini dipimpin, diarahkan, dan diawasi oleh para wali asrama, yaitu M. Faqih, T. Rahmad Zikri, dan M.Shaydul Abrar, yang setiap hari mendampingi siswa dalam menjalankan aktivitas di lingkungan asrama. Kehadiran para wali asrama menjadi bagian penting dalam membimbing siswa agar senantiasa menjaga kebersihan, kedisiplinan, serta menerapkan pola hidup yang tertib dan bertanggung jawab.
Para wali asrama tidak hanya mengawasi pelaksanaan kegiatan kebersihan, tetapi juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa melalui pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pendampingan dan pengawasan secara rutin, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Kegiatan gotong royong ini bukan sekadar agenda rutin untuk membersihkan lingkungan fisik sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter esensial pada diri siswa, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat kebersamaan dan persaudaraan.
Dalam aksi kali ini, para siswa tampak antusias membagi tugas, mulai dari menyapu halaman, merapikan tanaman, membersihkan area asrama, hingga memastikan pengelolaan sampah di lingkungan sekitar berjalan dengan baik. Semangat gotong royong yang ditunjukkan para siswa mencerminkan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Melalui kegiatan “Jumat Bersih”, pihak boarding SMP Negeri 2 Bireuen berharap kebiasaan baik ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan menjadi budaya positif yang melekat pada diri setiap siswa hingga mereka menyelesaikan pendidikan.
Dengan lingkungan yang bersih dan asri, proses belajar mengajar serta aktivitas siswa di asrama diharapkan dapat berlangsung dengan lebih nyaman. Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.











