Bireuen/Tribuneindonesia.com
Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi memulai pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan di Desa Balee Panah, Kec. Juli. Rabu 7 January 2026.

Langkah ini menandai dimulainya fase pemulihan fisik dan sosial bagi Kepala Keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana yang terjadi pada November 2025 lalu. Pembangunan Huntap ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Jumlah unit hunian yang akan dibangun sebanyak 3.692 huntap.

Bupati Bireuen menyampaikan bahwa pembangunan ini bukan sekadar menyediakan tempat berteduh, tetapi membangun kembali harapan warga.
“Hari ini kita memulai babak baru. Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa para korban banjir yang kehilangan rumahnya akan mendapatkan hunian tetap yang layak untuk memulai hidup baru pasca bencana. Kami berharap proses pembangunan ini berjalan lancar agar warga dapat segera menempatinya, ditambah lagi kita akan memasuki Bulan Ramadhan. Kita harus mengambil langkah yang bijak agar masyarakat dapat terbantu dan nyaman menjalani Bulan Ramadhan” ujar Bupati Bireuen
” Peletakan batu pertama HUNTAP pada hari ini adalah yang perdana di Aceh pasca bencana, ini membuktikan keseriusan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam menangani persoalan yang terjadi pasca bencana” kata Bupati
Turut hadir pada acara ini adalah Tenaga Ahli BNPB, Brigjen TNI (Purn) Yannamora. Beliau berharap hunian ini dapat selesai secepatnya yaitu ditargetkan pada Bulan Puasa 2026.
Selain itu, sambil menunggu rumahnya selesai dibangun ada dana dari Pemerintah Pusat menurut Kepala BNPD, bahwa Beliau akan membantu Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada Masyarakat sebesar Rp.600.000 Per KK dan hari ini akan diserahkan dana untuk tiga bulan secara simbolis.
Acara peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh Forkopimda, Tokoh Masyarakat, dan Instansi terkait.















