
KUTA CANE | TribuneIndonesia.com – Upaya pemerataan layanan kesehatan di daerah terus menunjukkan kemajuan. Salah satunya terlihat di RSUD H.
Sahudin Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, yang kini telah dilengkapi alat skrining penyakit dalam berbasis teknologi kolonoskopi untuk mendukung deteksi dini berbagai penyakit serius pada saluran pencernaan.
Direktur RSUD H. Sahudin Kutacane, dr. Mhd. Al Fazri, Sp, menyampaikan bahwa kehadiran kolonoskopi menjadi bagian dari transformasi layanan rumah sakit daerah agar setara dengan fasilitas kesehatan di kota-kota besar.
“Kolonoskopi merupakan alat medis modern yang berperan penting dalam mendeteksi peradangan usus, polip, hingga kanker usus secara lebih akurat. Alat ini sudah tersedia dan segera dioperasikan untuk pelayanan pasien,” kata dr. Fazri, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, kolonoskopi dilengkapi kamera fleksibel dengan sudut pandang hingga 30 derajat, memungkinkan dokter spesialis melihat kondisi usus besar secara detail, mulai dari caecum hingga anus.
Teknologi ini dinilai efektif dalam mendeteksi penyakit yang kerap sulit diketahui melalui pemeriksaan konvensional.
Menurutnya, pemanfaatan kolonoskopi kini menjadi standar layanan di rumah sakit modern, khususnya dalam penanganan penyakit dalam.
Prosedur pemeriksaan dilakukan dengan protokol medis yang ketat, termasuk persiapan pembersihan usus dan pengawasan langsung oleh dokter spesialis.
“Pasien biasanya menjalani rawat inap sebelum tindakan dilakukan. Yang terpenting, layanan kolonoskopi ini dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat tidak terbebani biaya,” ujarnya.
Selain menghadirkan kolonoskopi, RSUD H. Sahudin Kutacane juga merencanakan pengadaan alat pemeriksaan darah berteknologi lebih mutakhir guna meningkatkan kecepatan dan akurasi diagnosa.
Penguatan fasilitas medis di rumah sakit daerah ini sejalan dengan agenda nasional peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pengurangan kesenjangan layanan antara pusat dan daerah.
Dengan dukungan teknologi dan tenaga medis profesional, rumah sakit daerah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit secara lebih dini.(***)












