Jakarta | Tribuneindonesia.com – Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Rabu (11/03/26).
Penunjukan ini dilakukan guna mengisi posisi yang ditinggalkan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Momentum tersebut berlangsung dalam sebuah pertemuan diplomatik yang hangat di kediaman Megawati, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/3).
Megawati menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, guna menyerahkan langsung surat resmi yang ditujukan kepada pemimpin baru Teheran tersebut.
Dalam prosesi penyerahan dokumen, Megawati mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas stabilitas politik di Iran.
“Ini adalah surat kedua. Saya merasa gembira karena sekarang Iran sudah memiliki pemimpin kembali,”
ujar Megawati saat memberikan surat tersebut kepada Dubes Boroujerdi.
Langkah diplomatik ini merupakan kelanjutan dari simpati yang ditunjukkan Megawati sebelumnya.
Pada 3 Maret lalu, ia sempat mengirimkan surat duka cita mendalam kepada pemerintah Iran menyusul wafatnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Kehadiran Megawati dalam pertemuan ini tidak sendirian, ia didampingi oleh jajaran elit PDI Perjuangan.
Tampak hadir Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, serta sejumlah Ketua DPP seperti Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, dan Eriko Sotarduga, hingga Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan, Andi Widjajanto.
Selain urusan kenegaraan, pertemuan tersebut juga dibalut dengan nuansa nostalgia.
Megawati menunjukkan sebuah foto bersejarah yang mengabadikan momen kunjungan resminya ke Teheran pada tahun 2004 silam, saat dirinya masih menjabat sebagai Presiden RI dan bertemu langsung dengan Ayatollah Ali Khamenei.
Foto tersebut diserahkan sebagai simbol kedekatan personal yang telah terjalin lama antara dirinya dengan mendiang pemimpin Iran tersebut.

“Ini adalah bukti bahwa saya memiliki hubungan persahabatan yang erat dengan almarhum Ayatollah Ali Khamenei,”
jelasnya kepada sang Duta Besar.
Dialog yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu berjalan dengan suasana yang sangat akrab dan penuh kehangatan.
Kedua belah pihak saling bertukar pikiran mengenai hubungan bilateral serta perkembangan situasi global saat ini yang penuh tantangan.
Sebagai penutup pertemuan, Megawati memberikan sebuah cendera mata khas nusantara berupa kemeja tenun ikat Bali kepada Mohammad Boroujerdi.
Pemberian kado tersebut diiringi senyum hangat sebagai simbol penguatan ikatan budaya dan persahabatan antara Indonesia dan Iran.(talia)


















