Bitung | Tribuneindonesia.com –Jajaran manajemen Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung melakukan inspeksi mendadak ke lokasi Mata Air Danowudu pada pagi, Rabu (03/04/26).
Langkah cepat ini diambil sebagai respons atas gangguan kualitas air pasca gempa bumi (02/04) yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Peninjauan tersebut difokuskan untuk memantau langsung kondisi teknis sumber air yang menjadi tumpuan utama masyarakat Bitung.
Delegasi peninjauan dipimpin langsung Manajer Utama Perumda Duasudara, Alfred Salindeho. didampingi jajaran strategis lainnya, termasuk Manajer Umum, Dewan Pengawas (Dewas), serta Manajer Teknik beserta staf ahli terkait.
Kehadiran seluruh lini pimpinan ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menangani krisis air bersih yang terjadi secara mendadak.
Berdasarkan pengamatan di lokasi Mata Air Danowudu, kondisi air terpantau mengalami perubahan fisik yang signifikan.
Air yang biasanya jernih kini berubah menjadi keruh akibat dampak guncangan seismik yang kuat. Fenomena alam ini menyebabkan sedimentasi di dasar sumber air terangkat, sehingga menurunkan standar kualitas air yang akan didistribusikan kepada pelanggan.

Dalam keterangan resminya dari lokasi peninjauan, Alfred Salindeho menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh warga Kota Bitung.
Ia mengakui bahwa gangguan ini telah menghambat aktivitas harian para pelanggan yang sangat bergantung pada pasokan air dari Perumda Duasudara.
”Mohon maaf kepada warga Kota Bitung, sehubungan dengan bencana alam yang terjadi, hal ini sangat berdampak pada kondisi sumber mata air kita. Sebagaimana yang kita saksikan bersama, air saat ini menjadi keruh,”
ujar Salindeho saat memberikan keterangan di pinggiran Mata Air Danowudu.
Lebih lanjut, pihak manajemen menegaskan bahwa kondisi air saat ini berada pada level yang tidak layak untuk dikonsumsi secara langsung.
Hal ini dilakukan demi menjaga aspek kesehatan dan keamanan para pelanggan, sehingga distribusi perlu mendapatkan penanganan khusus sebelum kembali dialirkan secara normal ke jaringan perpipaan.
Salindeho juga mengklarifikasi bahwa penurunan kualitas layanan ini murni disebabkan oleh faktor alam yang tidak terhindarkan.
Ia menekankan bahwa situasi ini merupakan dampak langsung dari bencana gempa bumi, bukan diakibatkan oleh kelalaian teknis maupun operasional dari pihak internal Perumda Air Minum Duasudara.

”Sekali lagi kami memohon pengertian masyarakat karena ini bukan merupakan kelalaian kami selaku pimpinan pengelola air minum. Kami berharap bantuan doa serta dukungan dari semua pihak agar keadaan alam ini bisa segera stabil,”
tambah Salindeho sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.
Menutup keterangannya, pihak Perumda Duasudara berkomitmen untuk terus bersiaga di lapangan hingga kondisi air kembali jernih dan normal.
Upaya pemulihan akan terus dilakukan secara intensif dengan memprioritaskan kepentingan masyarakat luas, sembari berharap cuaca dan kondisi geologis di sekitar mata air kembali kondusif. (Kiti)


















