Listrik Padam Berhari-hari, Aktivis Aceh Tengah Desak GM PLN Aceh Dicopot

- Editor

Rabu, 1 Oktober 2025 - 15:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TakengonTRIBUNEINDONESIA.COM |Pemadaman listrik berulang dalam tiga hari terakhir di Aceh Tengah menuai protes keras. Mulyadi, aktivis dan Koordinator Pemuda Aliansi Masyarakat Gayo (AMG), mendesak Direktur Utama PLN segera mencopot General Manager (GM) PLN Aceh karena dianggap gagal memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Copot GM PLN Aceh karena sudah menyengsarakan masyarakat. Di Aceh Tengah sudah tiga hari listrik padam dengan durasi yang sangat lama. Ini jelas merugikan. Masyarakat membayar kewajiban mereka, tapi di mana hak mereka untuk mendapatkan layanan listrik yang layak?” ujar Mulyadi, Rabu (1/10/2025).

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa lagi ditoleransi. Pemadaman listrik bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga memukul aktivitas ekonomi, sosial, hingga pendidikan. “Pengusaha, pedagang, bahkan ibu rumah tangga semuanya terkena dampaknya. Jika listrik tidak kunjung normal, kami akan turun ke jalan dan menggelar aksi besar-besaran di kantor PLN Aceh Tengah,” tegasnya.

Mulyadi juga menyinggung soal kompensasi yang seharusnya diterima pelanggan sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017. Aturan tersebut mewajibkan PLN memberikan pengurangan tagihan bagi pelanggan pascabayar, atau token tambahan untuk pelanggan prabayar, jika pemadaman melebihi batas tingkat mutu pelayanan (TMP) atau disebabkan kelalaian PLN.

Baca Juga:  Yayasan Sosial Tabagsel Deli Serdang Bedah Rumah Warga, Bukti Nyata Peduli Sesama

“PLN jangan hanya tegas pada masyarakat yang telat bayar listrik dengan ancaman pemutusan meteran, sementara pelayanan mereka sendiri jauh dari memuaskan. Ini sangat tidak adil,” tambahnya.

Desakan pencopotan GM PLN Aceh dianggap sebagai langkah mendesak untuk memperbaiki manajemen dan meningkatkan kualitas layanan listrik di Aceh. “Kami tidak anti-PLN, tapi kami menuntut agar PLN dikelola oleh orang yang punya kapasitas dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat,” pungkas Mulyadi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Aceh maupun PLN Unit Induk Wilayah Aceh Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait desakan masyarakat dan pemadaman listrik yang meluas dalam beberapa hari terakhir.

 

Berita Terkait

Dana Desa Penosan Induk Diduga Tak Transparan, LSM Desak Aparat Bertindak
Bantahan Resmi Kakan Kemenag Aceh Tenggara: Isu Pungli OSMA 2025 dan Surat Misterius Tak Berdasar
​Rosita Tolak Berdamai, Kasus Pencemaran Nama Baik Bakal Berlanjut 
Kakan Kemenag Aceh Tenggara Bantah Isu Pungli OSMA 2025: Surat Kaleng dan Narasi Medsos Dinilai Fitnah
Gelar Doktor Tri Firdaus Akbarsyah.S.H., M.K : Kontribusi untuk Bangsa dan Negara
Perkuat Kesadaran Hukum Generasi Muda, Kejari Bitung Gelar Program Jaksa Masuk Sekolah di SMK N 1
Semua Sekolah Harus Punya Produk Unggulan Sesuai Dengan Potensi Lingkungan Sekolahnya
Tragedi Idi Cut 3 Februari 1999 Pelanggaran HAM Berat
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 03:32

Latih Jiwa Wirausaha Sejak Dini, SDN 19 Pegasing Gelar Market Day

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:20

Jejak Sejarah Melayu di Pagar Merbau,Rumah Adat Peninggalan Era Kesultanan Serdang Sarat Nilai Budaya

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:55

Kabar Kurang Menggembirakan bagi Guru Lulusan PPG 2025, TPG Belum Dialokasikan di APBN 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:25

Jumat, 23 Januari 2026 - 03:16

SMAN 2 Delima: Perkuat Pendidikan Karakter dan Spiritualitas Siswa 

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:10

37 Tahun Bersua, Alumni SMANSA 91 Tebing Tinggi Rayakan Reuni Penuh Kehangatan

Senin, 5 Januari 2026 - 13:16

Upacara Awal Tahun SDN 1 Banding Agung Teguhkan Semangat Jalan Lurus

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:13

Mabit Ke Tiga Mumtaz Mahal Academy Hadirkan Malam Penuh Makna Bangun Iman Takwa dan Karakter Peserta Didik

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x