Malut | Tribuneindonesia.com – Kondisi keamanan pasca-bentrokan antar-kampung di Kabupaten Halmahera Tengah kini menjadi prioritas utama bagi jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama aparat TNI dan Polri, Sabtu (11/04/26).
Upaya pemulihan dilakukan melalui kombinasi pengamanan ketat dan pendekatan humanis guna memastikan ketenangan di tengah masyarakat kembali terjaga setelah situasi sempat memanas.
Sebagai bentuk kehadiran negara secara langsung, rombongan pimpinan daerah melakukan kunjungan lapangan ke titik-titik krusial.
Agenda ini dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, didampingi Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, Danrem 152/Babullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengamanan prosesi pemakaman korban di Desa Yeke yang berlangsung dalam suasana khidmat.
Setelah itu, rombongan bertolak menuju Desa Sibenpopo untuk meninjau langsung kondisi sejumlah rumah warga yang hangus terbakar akibat konflik, guna menginventarisasi kerusakan dan memberikan dukungan moral kepada para penyintas.
Tak hanya meninjau kerusakan fisik, langkah mitigasi dilakukan melalui dialog terbuka bersama warga di Desa Banemo.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, memberikan jaminan hukum bagi para korban.
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas pelaku kejahatan tersebut secara transparan dan akuntabel.
Wakapolda secara tegas meluruskan narasi negatif yang berkembang di media sosial dengan menyatakan bahwa insiden ini murni merupakan tindak pidana, bukan konflik berbasis kebencian agama.
Penegasan ini bertujuan untuk meredam potensi gesekan yang lebih luas dan menjaga kerukunan yang selama ini telah terjalin di bumi Fagogoru.
Dalam dialog yang emosional itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terhasut oleh provokasi atau isu-isu liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Brigjen Stephen meminta warga untuk menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum tanpa melakukan aksi balasan secara mandiri.

”Sinergi antara TNI-Polri dan pemerintah daerah ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi rakyatnya. Fokus kita adalah memastikan situasi tetap aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga,”
ujar Wakapolda, Senin (06/04) dalam pesan persuasif yang ditujukan untuk menyentuh hati para tokoh masyarakat dan pemuda setempat.
Menutup rangkaian dialog tersebut, Wakapolda menyampaikan visi pembangunan ke depan untuk memperkuat pertahanan wilayah melalui rencana pembangunan Koramil, Polsek, hingga Puskesmas.
Ia menekankan bahwa perbedaan keyakinan merupakan kekuatan bangsa, seraya mengajak warga untuk kembali hidup berdampingan demi memuliakan nama Tuhan dan menjaga persatuan nasional. (talia)




















