Deli Serdang I Tribuneindonesia.com
Pemerintah terus mempercepat pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, sebuah program strategis nasional yang dirancang untuk memperkuat struktur ekonomi desa secara berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal ini, berbagai pihak dilibatkan, termasuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyebutkan bahwa Danantara akan memainkan peran sentral dalam mendukung pendanaan koperasi, terutama karena di dalamnya tergabung bank-bank milik negara.
.“Danantara itu anggotanya termasuk bank-bank Himbara. Jadi secara otomatis Danantara akan terlibat, karena kepemilikan Bank Himbara sekarang ada pada Danantara,” ujar Ferry di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 28 Mei 2025.
Menurut Ferry, sumber dana utama pembentukan Koperasi Desa Merah Putih akan berasal dari bank-bank Himbara, sedangkan APBN dan APBD hanya dialokasikan untuk pembiayaan sektor investasi, bukan modal kerja koperasi.
“Modal kerja koperasi yang besarannya bisa mencapai Rp 3 miliar atau lebih akan dibiayai oleh Himbara. APBN dan APBD hanya untuk investasi seperti pembangunan kantor, bukan untuk operasional harian,” tambahnya.
Tak hanya mengandalkan pendanaan, Pemerintah juga tengah menyusun strategi untuk mengoptimalkan aset-aset milik negara dan daerah, termasuk milik BUMN, BUMD, dan resi gudang, agar bisa dimanfaatkan langsung oleh koperasi.
“Salah satu keputusan bersama Komisi VI DPR RI adalah memastikan bahwa koperasi desa bisa langsung menggunakan aset-aset milik Pemprov, Pemkab, maupun BUMN. Jadi koperasi tidak perlu memulai dari nol,” terang Ferry.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah dalam mengakselerasi pemberdayaan ekonomi desa melalui koperasi modern dan terintegrasi.
Ilham Tribuneindonsia.com