Bitung | Tribuneindonesia.com – Kota Bitung berubah menjadi lautan manusia saat sekitar 25.000 remaja dari berbagai wilayah pelayanan Sinode GMIM memadati pusat kota, Minggu (12/04/26).
Kehadiran massa dalam jumlah besar ini bertujuan untuk merayakan Selebrasi Paskah Ibadah Agung dan Pawai Remaja se-Sinode GMIM Tahun 2026 yang berlangsung dengan nuansa penuh sukacita dan kebersamaan.
Sejak fajar menyingsing, pada Sabtu (11/04) antusiasme peserta sudah terlihat jelas melalui kepadatan di titik registrasi.
Rangkaian acara dibuka dengan sesi puji-pujian yang membangkitkan semangat, sebelum memasuki inti acara yakni Ibadah Agung yang merefleksikan makna mendalam dari kemenangan dan kebangkitan Kristus bagi umat Kristiani.
Puncak dari momentum spiritual ini termanifestasi dalam pawai Paskah yang menyusuri rute-rute strategis di jantung Kota Bitung.
Tidak sekadar berjalan kaki, para generasi muda gereja ini memanfaatkan ruang publik tersebut untuk mengekspresikan iman mereka melalui berbagai kreativitas yang menarik perhatian warga setempat.

Penyelenggaraan acara besar tersebut turut mendapat atensi khusus dari para pemangku kebijakan. Sejumlah tokoh penting tampak hadir di tengah-tengah peserta, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, jajaran pimpinan Sinode GMIM, hingga Pemerintah Kota Bitung serta unsur Forkopimda yang memberikan dukungan moril bagi pembinaan karakter kaum muda.
Aspek keamanan menjadi prioritas utama guna menjamin kenyamanan puluhan ribu peserta.
Polres Bitung mengerahkan sedikitnya 295 personel yang diperkuat oleh BKO Brimob, menciptakan pagar pengamanan yang solid di sepanjang lokasi kegiatan dan rute pawai guna menjaga stabilitas kamtibmas tetap terkendali.
Menariknya, pengamanan ini tidak hanya melibatkan aparat kepolisian, tetapi juga melibatkan sinergi lintas sektoral yang inklusif.
Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta organisasi kepemudaan lintas agama bahu-membahu menjaga ketertiban, sebuah pemandangan yang mempertegas kuatnya nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Bitung.
Di sisi lain, tim medis juga bekerja ekstra keras dalam mengawal fisik para peserta di lapangan.
Tercatat sebanyak 81 remaja mendapatkan penanganan medis akibat kelelahan; sebagian besar ditangani di lokasi, sementara beberapa lainnya dirujuk ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan observasi lanjutan hingga kondisi mereka dinyatakan stabil.
Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., melalui Kabag Ops AKP Novri Sadia, menegaskan bahwa keberhasilan acara ini adalah buah dari pendekatan pengamanan yang humanis dan proaktif.
“Kami mengedepankan pengamanan yang humanis, proaktif, dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh peserta. Sinergitas antara aparat keamanan, pemerintah, panitia, dan masyarakat menjadi kunci utama sehingga kegiatan besar ini dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif,”
ujar AKP Novri Sadia.
Pihak kepolisian berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi kelancaran kegiatan keagamaan berskala masif yang melibatkan ribuan nyawa.
Seluruh rangkaian perhelatan agung ini resmi berakhir pada pukul 17.30 WITA dengan situasi yang tetap aman dan kondusif.
Kesuksesan Selebrasi Paskah Remaja GMIM 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi yang apik antara pemerintah, aparat, dan masyarakat mampu melahirkan sebuah acara yang tertib sekaligus menginspirasi. (Kiti)




















