Tek Foto : Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) didampingi Surya Dharma Wakil Ketua DPRK Bireuen dan Nanda Rizka (Abi Nanda) Ketua Fraksi PKB DPRK Bireuen dan tim, meninjau jembatan Pante Lhoong, di Desa Kubu, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Rabu (7/1/2026). (Foto FERIZAL HASAN)
BIREUEN – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Ruslan Daud (HRD), meninjau langsung jembatan putus akibat banjir bandang yang menghubungkan Gampong Pantee Lhong Kecamatan Peusangan dengan Desa Kubu Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Rabu (7/2/2026).
Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan tiga kecamatan sekaligus yaitu Peusangan, Peusangan Siblah Krueng hingga Kecamatan Makmur.
Putusnya jembatan ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh, terutama distribusi hasil pertanian dan akses pendidikan.
Zulfikar Muhammad, warga Desa Kubu menyampaikan, jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Hampir seluruh aktivitas ekonomi warga di kawasan itu bergantung pada akses Jembatan Pante Lhoong.
“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat untuk mengangkut hasil sawah dan hasil perkebunan ke pasar, kalau jembatan ini tidak dibangun kembali, ekonomi warga ikut terhenti,” ujar Zulfikar.
Hal senada juga dikatakan Keuchik Desa Kubu, Razali. Menurut dia, sebagai pengganti jembatan rangka baja yang putus tersebut, warga Peusangan Siblah Krueng berharap dapat dibangun jembatan bailey.
“Alhamdulillah dalam kunjungan tersebut, HRD menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan pembangunan jembatan bailey agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal,” ujar Razali.
Selain berdampak pada perekonomian, kata Razali, putusnya jembatan tersebut juga sangat mengganggu anak-anak sekolah yang bersekolah di Kecamatan Peusangan.
Warga juga berharap pembangunan jembatan sementara segera direalisasikan agar akses pendidikan kembali aman.
“Kalau jembatan tidak segera dibangun kembali, kami harus memutar lewat Kutablang melalui lintas nasional Medan-Banda Aceh yang jaraknya mencapai 20 Km ke Matang Geulumpangdua, sedangkan lewat jembatan Pante Lhoong hanya berjarak 3 Km,” ujar Razali.
Selain masalah jembatan, warga di sana juga mengharapkan pemerintah segera menurunkan alat berat guna membersihkan material lumpur yang menumpuk di kawasan permukiman. Ketinggian lumpur hampir mencapai dua meter, terutama di Desa Kubu.
“Kami sangat membutuhkan bantuan alat berat untuk membersihkan perkampungan warga yang tertimbun lumpur,” pinta Keuchik Razali.
Kunjungan HRD ke jembatan tersebut, diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan infrastruktur terdampak banjir. Hal itu juga sekaligus untuk mencegah terjadinya isolasi wilayah dan krisis sosial ekonomi yang lebih luas di Peusangan Siblah Krueng dan sekitarnya. (Ferizal Hasan)















