KUTACANE/Tribuneindonesia.com
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), H. Ali Basrah, S.Pd., MM, menegaskan komitmen legislatif untuk mendukung penuh dan mengawal usulan pembangunan kembali jembatan rangka baja Mbarung dan Natam di Kabupaten Aceh Tenggara. Komitmen ini disampaikan di hadapan warga saat menggelar Reses III Tahun 2026 di Kute Pulonas, Kecamatan Babussalam, Kutacane.
Infrastruktur penyeberangan tersebut runtuh dan hanyut akibat diterjang arus deras Sungai Alas pada akhir November 2025 lalu. Putusnya akses vital ini sempat membuat mobilitas warga Kecamatan Darul Hasanah terganggu dan terisolasi, sehingga pembangunan jembatan baru menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Berdasarkan koordinasi bersama Penjabat Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, pemerintah daerah telah resmi mengusulkan proyek ini ke pemerintah pusat. Keseriusan penanganan ini juga dibuktikan dengan kunjungan langsung Presiden Prabowo dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dodi Hanggodo ke Aceh Tenggara untuk meninjau titik kerusakan.
Meskipun menjadi prioritas nasional, Ali Basrah menjelaskan bahwa realisasi fisik konstruksi jembatan baru akan berjalan secara bertahap pada anggaran tahun 2027 dan 2028.
“Prioritas pembangunan didahulukan untuk jembatan Mbarung pada tahun 2027, kemudian disusul jembatan Natam-Tanjung pada tahun 2028,” ujar Ali Basrah menyampaikan rencana kerja dari Bupati Salim Fakhry.
Selain fokus pada jembatan, dalam reses tersebut Ali Basrah turut memaparkan sejumlah agenda infrastruktur lainnya di daerah pemilihan (Dapil) Aceh Tenggara dan Gayo Lues:
- Realisasi Pokir Masjid 2027: Program alokasi Pokok Pikiran (Pokir) DPRA tahun 2026 untuk bantuan rumah ibadah dan masjid di seluruh Aceh terpaksa digeser ke tahun 2027 akibat kendala administrasi.
- Perpanjangan Jalan Provinsi: Rencana penambahan panjang ruas jalan status provinsi yang meliputi jalur Salim Pinim – Mbarung – Rambung Teldak – Lawe Penanggalan.
Langkah ini diharapkan mampu memulihkan roda perekonomian masyarakat sekaligus meminimalisasi dampak kebencanaan banjir di wilayah bumi sepakat segenep.(AG)