Bitung, Sulut | TribuneIndonesia.com
Insiden kebakaran hebat melanda satu unit kapal penangkap ikan, KM Natalie 02, saat sedang bersandar di Dermaga Pelabuhan Perikanan Bitung, Kecamatan Aertembaga. Jumat (2/01/2026).
Peristiwa yang terjadi pada kamis (01/01) di hari pertama tahun baru mengejutkan warga pelabuhan setelah kobaran api dengan cepat merambat dan menghanguskan badan kapal berbobot 28 GT tersebut.
Kobaran api diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada alat penguras air (alkon) yang tengah dioperasikan di dalam palka kapal.
Sementara itu, menurut keterangan saksi mata, percikan api mulai terlihat sekitar pukul 15.25 WITA dan langsung membesar, memaksa seluruh awak kapal yang berada di lokasi segera melompat menyelamatkan diri demi menghindari amukan si jago merah.
Merespons laporan darurat tersebut, Kapolsek Aertembaga AKP Denny Tampenawas, S.H., memimpin langsung personel Polsek Aertembaga bersama Tim Inafis dan Pamapta Polres Bitung untuk mengamankan lokasi kejadian.
Petugas kepolisian segera memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal guna mengidentifikasi penyebab pasti serta memastikan situasi di sekitar dermaga tetap kondusif.
Upaya pemadaman sempat dilakukan secara mandiri oleh pihak keamanan pelabuhan sebelum akhirnya bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bitung tiba di lokasi pukul 16.30 WITA.
Setelah berjibaku dengan api selama kurang lebih satu jam, petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan seluruh titik api sepenuhnya.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materil yang diderita pemilik kapal asal Bitung ditaksir mencapai Rp 2 miliar.
Selain itu, Kapolsek Aertembaga menjelaskan bahwa KM Natalie 02 merupakan kapal jenis pancing ulur tuna yang sedang dalam posisi sandar saat musibah terjadi.
Terkait pengembangan kasus, AKP Denny Tampenawas menyatakan bahwa proses penyelidikan mendalam kini telah dilimpahkan ke Direktorat Polairud Polda Sulawesi Utara guna mengungkap secara rinci penyebab teknis kebakaran tersebut. (Kiti)















