Auditor Di Inspektorat Bireuen Kebanyakan Belum Mengantongi Sertifikat.

- Editor

Selasa, 1 April 2025 - 15:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BIREUEN |Tribuneimdonesia.com.
-Penyebab di Bireuen lambat keluar hasil Audit di sebab kan banyak Pegawai di instansi Inspektorat belum Mengantongi Sertifikat, sehingga untuk mengaudit anggaran akhir tahun di setiap instansi instansi baik tingkat kabupaten maupun tingkat Gampong menjadi lambat, Selasa 1/4/2025

Inspektur Inspektorat Bireuen sekaligus Pj.Sekda Bireuen Hanafiah, S.P CGCAE mengatakan, bila ada 45 Auditor yang memiliki Sertifikasi auditor, sudah cukup maksimal dan memudahkan bagi kami untuk melakukan audit.

Sedangkan sekarang ini jumlah auditor 33 pegawai dan di antara 33 pegawai tersebut hanya beberapa pegawai saja yang memiliki sertifikasi auditor, jika kami membuat pelatihan untuk auditor harus ke Medan dan ke Jakarta biaya perorang nya Rp. 10 juta .

Baca Juga:  Kajari Bireuen Yarnes SH.MH silaturahmi ke Kantor DPRK dan Ke Polres Bireuen

Dulu kami pernah mengajukan ke Bupati Bireuen dan ada beberapa orang saja yang sudah mengikuti pelatihan sehingga memiliki sertifikasi auditor .

Kami akan berupaya mengajukan dan membahas dengan Bupati Bireuen , agar yang lainya bisa mengikuti pelatihan supaya memiliki sertifikasi auditor, saat ini kami benar benar Krisis pegawai yang memiliki sertifikasi auditor .

Adi S

Berita Terkait

Polemik Aksi PSHT Di Madiun Membuka Mata Publik, Negara Diam Kebenaran Berbicara
​Hakim Perintahkan Ketua DPRD Bitung Bersaksi di Persidangan Korupsi
Targetkan 1 Juta Ton Cadangan Jagung, Polri dan Lintas Sektor Perkokoh Swasembada Pangan
Tipikor Minta Kajati Aceh Usut Kasus Dugaan Korupsi  Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Puluhan Milyar.
Dankodaeral VIII Gerakkan Personel dan Warga dalam Aksi Peduli Lingkungan di Bitung
PT Juang Jaya Abdi Alam dan FKH UGM Jalin Kerja Sama
Aceh’s Socio-Economic Crisis Deepens amid Governance and Transparency Concerns
Aceh’s Socio-Economic Crisis Deepens amid Governance and Transparency Concerns
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:56

Polemik Aksi PSHT Di Madiun Membuka Mata Publik, Negara Diam Kebenaran Berbicara

Minggu, 8 Februari 2026 - 00:50

Targetkan 1 Juta Ton Cadangan Jagung, Polri dan Lintas Sektor Perkokoh Swasembada Pangan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:15

Tipikor Minta Kajati Aceh Usut Kasus Dugaan Korupsi  Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Puluhan Milyar.

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:24

Dankodaeral VIII Gerakkan Personel dan Warga dalam Aksi Peduli Lingkungan di Bitung

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:15

PT Juang Jaya Abdi Alam dan FKH UGM Jalin Kerja Sama

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:10

Aceh’s Socio-Economic Crisis Deepens amid Governance and Transparency Concerns

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:18

Aceh’s Socio-Economic Crisis Deepens amid Governance and Transparency Concerns

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:13

Tasyakuran HUT Ke 18 DPC Partai Gerindra Kabupaten Blitar, Ingin Kompak Bergerak Dan Berdampak Bagi Rakyat

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x