Atat Bali (Mitchell’s Lorikeet) Sambut Generasi Baru di Bali Bird Park, Sebagai Bagian dari Fighting Extinction Program

- Editor

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gianyar, Bali|Tribuneindonesia.com

Bali Bird Park dengan bangga mengumumkan kabar menggembirakan dari program konservasi “The Homecoming of Atat Bali, Mitchell’s Lorikeet (Trichoglossus forsteni mitchellii)”, atau yang juga dikenal sebagai Perkici Dada Merah, Minggu (14/12/25).

Keberhasilan penetasan anakan pertama ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang upaya konservasi spesies endemik Bali yang sempat dinyatakan punah di alam liar.

Inisiatif ini juga merupakan bagian dari Fighting Extinction Program, salah satu program utama Bali Bird Park yang berfokus pada konservasi dan pelestarian spesies burung endemik serta terancam punah di Indonesia.

Kisah di Balik Program The Homecoming of Atat Bali Program, merupakan inisiatif kolaboratif Bali Bird Park untuk memulangkan dan melestarikan kembali Atat Bali (Mitchell’s Lorikeet), jenis burung paruh bengkok berwarna cerah yang hidup di Bali dan Lombok.

Jenis Perkici ini berperan penting sebagai penyerbuk alami berkat lidah bercabang khusus yang digunakan untuk mengkonsumsi nektar, serbuk sari, dan buah-buahan lunak, menjadikannya komponen penting dalam keseimbangan ekosistem hutan tropis.

Setelah terakhir kali tercatat di alam liar pada tahun 2019 (Prihatmoko et al., 2019), penurunan populasi dan hilangnya habitat mendorong dilakukannya aksi konservasi darurat.

Menanggapi kondisi ini, Ball Bird Park memprakarsai proyek pemulangan Atat Bali dari Inggris, bekerja sama dengan Paradise Park UK, World Parrot Trust dan mendapat dukungan penuh dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

Baca Juga:  ​Terobosan Sulut, Menjadi Daerah Pertama Peraih Akreditasi A dari Badiklat PKN BPK RI

Program ini mengadaptasi pendekatan upaya konservasi berkelanjutan, dengan melibatkan proses karantina ketat, program pengembangbiakan terkontrol lintas generasi, dan rencana pelepasliaran bertahap untuk memastikan keberlangsungan populasi jangka panjang di habitat aslinya menuju Pelepasliaran di Habitat Alami

Bali Bird Park kini tengah mempersiapkan tahap berikutnya, yaitu rencana pelepasliaran Atat Bali di kawasan hutan Pura Luhur Batukau, Tabanan, yang diyakini sebagai salah satu habitat alami spesies ini.

Langkah ini meliputi:
Studi lapangan dan penilaian ekologi habitat.
Persiapan area soft release enclosure di Pura Luhur Batukau.
Monitoring perilaku dan adaptasi anakan sebelum dilepas ke alam.

“Setiap telur yang dierami dan setiap anakan yang menetas adalah simbol harapan baru bagi masa depan Atat Bali. Keberhasilan ini adalah bukti nyata dedikasi kami dalam konservasi berkelanjutan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah, masyarakat, dan seluruh tim Bali Bird Park yang luar biasa,”

Ujar perwakilan Bali Bird Park.

Langkah Menuju Masa Depan
Keberhasilan ini menandai babak baru dalam upaya pelestarian burung endemik Bali dan menjadi Inspirasi bagi kolaborasi konservasi antara pemerintah, masyarakat lokal, lembaga adat tradisional Bali, Organisasi Konservasi nasional dan internasional.

Namun ini baru permulaan, kisah Atat Bali baru saja dimulai, dan perjalanannya menuju kebebasan di alam akan menjadi warisan penting bagi masa depan keanekaragaman hayati Indonesia. (rls)

Berita Terkait

Ramadhan Berkah, Polres Bireuen Berbagi Takjil Untuk Masyarakat
MENEGUHKAN HATI DI BULAN SUCI, PANGKORMAR PIMPIN KULTUM PENUH INSPIRASI
7 Rumah Dilawe Ijo Kutacane Dilalap Sijago Merah
Pemda Bireuen Gelar Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Al Ikhlas Desa Alue Krueb Peusangan
Laporan Petani, Distributor Stock Gudang Pupuk Untuk Wilayah Kutacane Langka
​Kapal Jaring Terbakar di Perairan Lembeh
​Gubernur Yulius Selvanus Sambut Jaksa Agung, Perkuat Sinergi Hukum di Sulawesi Utara
Polsek Maesa Ungkap Sindikat Pencurian Sepeda Motor, Satu Unit Motor Diduga Dibawa ke Ratatotok
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 06:47

Ramadhan Berkah, Polres Bireuen Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Selasa, 24 Februari 2026 - 05:14

MENEGUHKAN HATI DI BULAN SUCI, PANGKORMAR PIMPIN KULTUM PENUH INSPIRASI

Senin, 23 Februari 2026 - 17:10

Pemda Bireuen Gelar Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Al Ikhlas Desa Alue Krueb Peusangan

Senin, 23 Februari 2026 - 13:41

Laporan Petani, Distributor Stock Gudang Pupuk Untuk Wilayah Kutacane Langka

Senin, 23 Februari 2026 - 07:49

​Kapal Jaring Terbakar di Perairan Lembeh

Senin, 23 Februari 2026 - 04:54

​Gubernur Yulius Selvanus Sambut Jaksa Agung, Perkuat Sinergi Hukum di Sulawesi Utara

Senin, 23 Februari 2026 - 01:15

Polsek Maesa Ungkap Sindikat Pencurian Sepeda Motor, Satu Unit Motor Diduga Dibawa ke Ratatotok

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:54

Estafet Kepemimpinan di Pelindo: Ahmad Muchtasyar Gantikan Arif Suhartono

Berita Terbaru