Bitung | TribuneIndonesia.com –Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Kepolisian Resor (Polres) Bitung mulai memperkuat barisan pengamanan, Senin (02/03/26).
Langkah ini diawali dengan partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar secara daring via Zoom dari Ruang ED Polres Bitung.
Kegiatan strategis yang dimulai tepat pukul 10.00 WITA tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah. Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, tampak hadir bersama Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., guna menyelaraskan persepsi pengamanan wilayah.
Selain unsur pimpinan daerah, Rakor ini juga melibatkan perwakilan Dandim 1310/Bitung, Kapten Inf. Markus Tilaar. Kehadiran berbagai instansi seperti Dishub, BPBD, Pelindo, hingga Pertamina menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga stabilitas Kota Bitung selama masa mudik.
Acara dibuka dengan khidmat melalui lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan doa.
Sesi pengantar kemudian disampaikan oleh Menko PMK, Prof. Dr. Pratikno, yang menekankan pentingnya kolaborasi antar-lembaga dalam melayani masyarakat.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam paparannya memberikan instruksi langsung mengenai titik berat pengamanan tahun ini.
Rakor tersebut menjadi alarm bagi seluruh jajaran kepolisian untuk memulai operasional pelayanan terpadu arus mudik 2026.
Berdasarkan data survei yang dipaparkan Kapolri, tren pemudik tahun ini diprediksi mengalami penurunan sebesar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Fokus konsentrasi massa masih didominasi oleh wilayah Jawa dan Sulawesi Selatan untuk area luar Jawa.
Kabar baik turut disampaikan terkait analisa evaluasi lalu lintas, di mana angka kecelakaan dan fatalitas korban jiwa tercatat menurun sekitar 7 persen.
Capaian ini menjadi motivasi bagi aparat untuk terus menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga mengumumkan rencana program mudik gratis sebagai solusi menekan kepadatan kendaraan pribadi.
Hal ini diharapkan mampu mengurai potensi penumpukan kendaraan pada titik-titik rawan kemacetan.
Prediksi puncak arus mudik sendiri diperkirakan jatuh pada tanggal 17 hingga 19 Maret 2026.
Sementara itu, untuk arus balik, petugas diperintahkan bersiaga penuh pada tanggal 28 dan 29 Maret 2026 guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
Isu cuaca ekstrem juga menjadi bahasan krusial dalam rakor tersebut. Seluruh instansi di daerah, termasuk BPBD, diminta waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang dapat menghambat jalur distribusi dan transportasi.
Kasi Humas Polres Bitung, AKP Abdul Natip Anggai, menegaskan bahwa partisipasi Polres Bitung dalam agenda nasional ini adalah bukti nyata keseriusan institusi.
Pihaknya berkomitmen memberikan rasa aman yang maksimal bagi warga yang merayakan Lebaran.
”Kami siap bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan mudik dengan rasa nyaman serta penuh kebahagiaan,”
ujar Abdul Natip saat memberikan keterangan resmi pasca-kegiatan.
Rangkaian koordinasi intensif ini berakhir pada pukul 13.55 WITA. Melalui persiapan matang ini, diharapkan perayaan Idulfitri di Kota Bitung dapat berlangsung kondusif tanpa kendala keamanan yang berarti. (Kiti)



















