
Takengon-TribuneIndonesia.comA|ksi mogok kerja yang dilakukan ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru, Kabupaten Aceh Tengah, resmi berakhir. Setelah berlangsung selama tiga hari, seluruh nakes kembali menjalankan tugas dan pelayanan kesehatan secara normal sejak Senin malam, 26 Januari 2026.
Humas RSUD Datu Beru, N. Himawan, RO, SKM, MH, CPHM, mengatakan berakhirnya aksi tersebut merupakan hasil kesepakatan antara perwakilan tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.
“Alhamdulillah, tenaga kesehatan yang sebelumnya melakukan mogok kerja sudah kembali beraktivitas sejak tadi malam, karena tuntutan mereka telah disepakati bersama,” ujar N. Himawan, yang akrab disapa Wawan, kepada TribuneIndonesia.com, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah tuntutan utama yang disampaikan para nakes meliputi keadilan dalam pembagian jasa medis, pembayaran uang jaga malam, serta keterlibatan perwakilan tenaga kesehatan dalam tim percepatan penyelesaian berbagai persoalan internal rumah sakit. Seluruh tuntutan tersebut telah disepakati oleh pihak manajemen.
“Mereka menuntut keadilan pembagian jasa medis, pembayaran uang jaga malam, serta meminta adanya perwakilan nakes dalam tim percepatan penyelesaian tuntutan. Semua itu sudah disepakati,” jelasnya.
Sebelumnya, ratusan tenaga kesehatan RSUD Datu Beru melakukan aksi mogok kerja selama tiga hari. Aksi tersebut berdampak pada terganggunya pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis. Selain itu, sejumlah ruang perawatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut terpaksa tidak difungsikan akibat keterbatasan tenaga medis.
Dengan berakhirnya aksi mogok kerja, manajemen RSUD Datu Beru memastikan seluruh layanan kesehatan kepada masyarakat telah kembali berjalan normal.












