Bireuen/Tribuneindonesia.com
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menegaskan bahwa keterlibatannya dalam penanganan dampak banjir di Aceh merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan solidaritas nasional terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah. senin 5 January 2026
Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-53 PPP di Kabupaten Bireuen dimaknai sebagai momentum kepedulian nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kehadiran partai harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di saat krisis kemanusiaan.
Mardiono menegaskan bahwa peringatan Harlah tidak hanya diisi dengan doa bersama, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana banjir.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, DPP PPP menyalurkan bantuan material yang dikirim langsung dari Jakarta dan telah tiba di Aceh. Bantuan itu meliputi beras, minyak goreng, mie instan, gula, sarung, mukena, susu untuk bayi dan anak-anak, sabun, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya. Mardiono menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
Selain bantuan logistik, PPP juga melepas sekitar 200 relawan yang akan bertugas secara bergiliran membantu pembersihan lingkungan serta perbaikan bangunan ringan milik warga terdampak banjir. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemulihan sosial yang menempatkan kemanusiaan sebagai prioritas utama.
Dalam konteks Aceh, peran Ketua DPW PPP Aceh, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., turut mendapat perhatian luas. Amiruddin Idris yang juga anggota DPR Aceh periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan III (Bireuen) dikenal sebagai akademisi, pembina Yayasan UNIKI, serta penggerak pendidikan yang konsisten memperjuangkan akses beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan korban konflik.
Saat bencana banjir, longsor, dan lumpur melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Amiruddin Idris tercatat aktif terlibat dalam berbagai aksi bantuan kemanusiaan, khususnya di wilayah Aceh yang terdampak paling parah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menyatakan bahwa sikap dan langkah yang ditunjukkan Amiruddin Idris mencerminkan keteladanan seorang wakil rakyat yang menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan lain. Menurutnya, Amiruddin Idris patut menjadi contoh bagi anggota DPR lainnya karena menunjukkan kehadiran nyata di tengah masyarakat saat bencana, bukan sekadar hadir dalam ruang formal kekuasaan.
Arizal Mahdi menambahkan bahwa sinergi antara partai politik, relawan, dan masyarakat sipil sangat dibutuhkan agar penanganan pascabencana berjalan efektif dan berkelanjutan, tanpa narasi yang memecah belah atau mempolitisasi penderitaan rakyat.
Secara keseluruhan, PPP menegaskan bahwa bencana harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, empati, dan persatuan nasional, bukan ruang bagi kepentingan sempit. Pendekatan kemanusiaan yang inklusif dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik serta mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.














