
TRIMBUNE INDONESIA.COM | ACEH TENGGARA — Maskapai Susi Air kembali mengoperasikan penerbangan perintis dari Bandar Udara Alas Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara.
Beroperasinya kembali rute ini menandai dimulainya secara resmi Program Angkutan Udara Perintis Penumpang Tahun Anggaran 2026, yang bertujuan memperkuat konektivitas wilayah pedalaman.
Aktivasi kembali penerbangan tersebut menjadi kabar positif bagi masyarakat Aceh Tenggara yang selama ini bergantung pada jalur darat dengan kondisi geografis berat dan waktu tempuh panjang.
Kehadiran transportasi udara dinilai mampu memangkas jarak tempuh serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Pengoperasian rute Susi Air ini merupakan tindak lanjut dari Surat Pesanan Nomor PL.107/PERINTIS-01/LSK/2026 tertanggal 26 Januari 2026 antara Koordinator Wilayah Perintis Sinabang dan PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air).
Berdasarkan surat tersebut, penerbangan angkutan udara perintis dijadwalkan mulai beroperasi pada 2 Februari 2026.
Pada Tahun Anggaran 2026, layanan angkutan udara perintis dari Bandara Alas Leuser melayani dua rute utama, yakni Kutacane–Banda Aceh (pulang pergi) setiap Rabu dan Sabtu, serta Kutacane–Medan (pulang pergi) setiap Sabtu.
Kepala Satuan Pelayanan Bandar Udara Alas Leuser, Marwan Sultan, mengatakan pengoperasian kembali penerbangan perintis merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan akses transportasi udara bagi daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur.
“Layanan angkutan udara perintis ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Selain memudahkan mobilitas, penerbangan ini juga mendukung pelayanan kesehatan, pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Marwan, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, pihak bandara telah memastikan kesiapan seluruh fasilitas pendukung operasional penerbangan.
Masyarakat juga diimbau untuk mematuhi ketentuan keselamatan penerbangan, termasuk batas kapasitas penumpang dan bagasi, mengingat pesawat perintis memiliki daya angkut terbatas.
Sambutan positif turut datang dari masyarakat. Serli Yusida, warga Aceh Tenggara, mengaku sangat terbantu dengan kembali beroperasinya penerbangan Susi Air di Bandara Alas Leuser.
“Perjalanan ke Banda Aceh atau Medan kini jauh lebih cepat dan tidak melelahkan. Ini sangat membantu, terutama untuk keperluan mendesak seperti berobat atau urusan keluarga,” ujarnya.
Pihak pengelola bandara memastikan koordinasi dengan maskapai akan terus dilakukan guna menjamin kelancaran dan keselamatan operasional penerbangan ke depan.
Dengan kembali mengudaranya Susi Air di Bandara Alas Leuser, masyarakat Aceh Tenggara kini memiliki alternatif transportasi udara yang lebih cepat dan efisien.
Program angkutan udara perintis ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah pedalaman sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Aceh.***












