BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Aceh pada Kamis (8/10/2026) sore. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang diprediksi memuncak dan meluas ke berbagai daerah hingga pukul 18.00 WIB.
Berdasarkan laporan resmi prakirawan BMKG pada pukul 14.55 WIB, cuaca ekstrem ini awalnya terdeteksi di beberapa titik krusial, antara lain wilayah Kota Cot Glie (Aceh Besar), Suro Makmur (Aceh Singkil), Seunagan Timur (Nagan Raya), dan Longkib (Kota Subulussalam).
Namun, potensi cuaca buruk ini dilaporkan meluas secara signifikan ke belasan kabupaten/kota lainnya di Aceh. Wilayah perluasan tersebut mencakup sebagian besar kecamatan di Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Pidie, Gayo Lues, Aceh Jaya, Aceh Tamiang, hingga wilayah lain di Aceh Besar dan Subulussalam.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak, termasuk di kawasan pesisir dan dataran rendah, diimbau untuk segera meningkatkan kewaspadaan. Angin kencang dan tingginya curah hujan dalam durasi singkat ini berpotensi memicu genangan air, penurunan jarak pandang bagi pengendara, serta pohon tumbang.
BMKG menyarankan warga untuk menunda aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, menjauhi papan reklame atau pohon besar, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi agar dapat melakukan antisipasi dini.












