Bitung | Tribuneindonesia.com – Kota Bitung kembali menegaskan perannya sebagai pusat kekuatan maritim di kawasan pasifik.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., secara langsung menghadiri kegiatan penyambutan kapal tamu negara dalam rangka Regional Marine Pollution Exercise (Regional Marpolex) 2026.
Agenda berskala internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia tersebut resmi bergulir di Dermaga Pelabuhan Bitung pada Kamis (08/10/26) tepat pukul 07.30 WITA.
Pemerintah Kota Bitung menyambut hangat kedatangan para delegasi serta armadanya. Turut mendampingi Wali Kota dalam acara tersebut sejumlah pejabat teras, di antaranya Asisten III Kota Bitung Drs. K.W. Benny Lontoh, M.A., Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Perikanan Sadat Minabari,
Selain itu terpantau dilokasi, Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KSP), Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) beserta jajaran, hingga perwakilan Manajemen Pelindo.
Dalam perhelatan Marpolex 2026 ini, Kota Bitung menyambut armada penjaga laut dari berbagai negara sahabat.
Kapal yang bersandar meliputi BRP Gabriela Silang dan BRP Tubata dari Philippine Coast Guard, PLHCB Shima milik Japan Coast Guard, serta KN Sarotama armada Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Indonesia yang berpangkalan di Tanjung Uban.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, membuka sambutannya dengan menyapa seluruh armada dan delegasi mancanegara menggunakan berbagai bahasa sebagai bentuk penghormatan dan keramahan lokal.
”Para tamu undangan yang terhormat, para kru kapal peserta, dan seluruh peserta Regional Maritime 2026. Selamat pagi, Good morning, Magandang umaga po, Ohayō gozaimasu, dan selamat datang untuk kita semua,”
tutur Hengky Honandar saat memberikan sambutan resmi di pelabuhan.
Atas nama pemerintah dan warga Bitung, Hengky mengungkapkan rasa bangga atas terpilihnya kota ini sebagai tuan rumah latihan penanggulangan pencemaran laut tingkat regional tersebut.
”Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Bitung, saya menyampaikan selamat datang dengan penuh kehangatan kepada Bapak dan Ibu sekalian. Selamat datang di Bitung, kota ramah yang terkenal dengan industri tuna dan keindahan lautnya,”
ujar Hengky.
Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas negara ini membuktikan keseriusan tiap bangsa dalam memelihara ekosistem perairan.
Menurutnya, batas wilayah samudra bukanlah penghalang, melainkan wadah pemersatu untuk memperkuat kerja sama keamanan serta kelestarian laut secara berkelanjutan.
”Kehadiran armada penjaga laut dari Filipina, Jepang, dan Indonesia di Bitung hari ini adalah bukti nyata bahwa batas samudra tidak memisahkan kita, melainkan mempersatukan komitmen kita menjaga keselamatan dan kelestarian laut bersama,”
tegas Wali Kota Bitung itu.
Kehadiran para delegasi asing ini terasa makin istimewa karena bertepatan dengan momentum perayaan Hari Ulang Tahun Kota Bitung. Selain itu, agenda latihan bertaraf internasional ini berjalan bersamaan dengan dua festival pariwisata unggulan, yaitu Festival Jalan Lembeh dan Pesona Selat Lembeh 2026.
Hengky Honandar pun secara terbuka mengundang para komandan dan kru kapal untuk menyempatkan diri mengeksplorasi kekayaan alam serta kebudayaan Bitung di sela-sela jadwal latihan yang padat.
”Di tengah padatnya agenda latihan Regional Maritime 2026, kami membuka pintu Kota Bitung seluas-luasnya agar seluruh delegasi dapat menikmati keindahan Selat Lembeh dan hangatnya persaudaraan masyarakat kami,”
pungkasnya.
Penyambutan armada Regional Marpolex 2026 ini turut dihadiri para pimpinan delegasi antarnegara, antara lain Meniano selaku Kepala Delegasi Philippine Coast Guard, Captain Kyoko Ono selaku Kepala Delegasi Japan Coast Guard, Dr. Triyono selaku Kepala Delegasi Indonesia sekaligus Direktur Jenderal Perhubungan Laut, para kapten kapal armada peserta, serta jajaran pejabat Kementerian Perhubungan. (kiti)














