ACEH TIMUR/Tribuneindonesia.com
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Aceh Timur, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap keamanan lingkungan melalui kebersamaan dan peran aktif keluarga.
Pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tersebut disampaikan Kapolres dalam kegiatan Subuh Keliling Hari Keempat yang berlangsung di Masjid Besar Zadul Mu’ad, Gampong Keude, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, pada Rabu (07/10/2026).
Dalam arahannya di hadapan para jemaah, AKBP Aris menekankan bahwa menjaga stabilitas keamanan tidak semata-mata menjadi beban dan tanggung jawab Kepolisian maupun TNI. Sebaliknya, kesadaran mandiri dari masyarakat untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan sekitar merupakan fondasi utama dalam mencegah segala bentuk gangguan kamtibmas.
“Keamanan itu dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga terkecil. Ketika setiap keluarga memiliki kepedulian, saling mengenal antar-tetangga, dan saling mengingatkan, maka potensi terjadinya gangguan kamtibmas dapat kita patahkan bersama,” ujar AKBP Aris dalam keterangannya.
Rumus Terjadinya Kriminalitas
Lebih lanjut, Kapolres menjabarkan secara teoretis mengenai pemicu terjadinya tindak pidana, khususnya kejahatan pencurian. Menurutnya, sebuah tindak kriminalitas dapat terjadi jika memenuhi tiga faktor utama, yakni:
- Adanya niat dari pelaku.
- Adanya kesempatan atau celah.
- Lemahnya sistem pengawasan atau penjagaan di lokasi target.
Mengingat keterbatasan personel, Kepolisian tidak mungkin menempatkan anggota di setiap sudut lingkungan pemukiman warga selama 24 jam. Oleh karena itu, kehadiran fisik masyarakat melalui penguatan pengamanan swakarsa sangat krusial.
Revitalisasi Siskamling
Sebagai langkah konkret, AKBP Aris menyerukan kepada para perangkat desa (geuchik) dan warga untuk menghidupkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Ia menegaskan bahwa siskamling tidak boleh dipandang sebelah mata hanya sebagai kegiatan ronda malam biasa.
“Siskamling adalah bentuk kepedulian kolektif warga untuk menciptakan lingkungan yang saling menjaga. Selain itu, kami meminta masyarakat untuk tidak ragu atau takut melaporkan kepada Kepolisian maupun aparatur gampong jika menemukan gerak-gerik atau aktivitas yang mencurigakan,” tegas Kapolres Aceh Timur.
Melalui program Subuh Keliling yang rutin dilaksanakan ini, Polres Aceh Timur berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dua arah yang menyentuh langsung akar rumput, sekaligus memastikan situasi kamtibmas di wilayah hukum Aceh Timur tetap aman, tertib, dan kondusif.