Bitung | Tribuneindonesia.com – Pemerintah Kota Bitung mulai menjajaki peluang kemitraan lintas negara bersama Pemerintah Kota General Santos, Filipina.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E, menerima kunjungan audiensi Wali Kota General Santos, Juanito “Kulot” C. Inojales, di Lounge Kantor Wali Kota Bitung pada Jumat (2/10/26) pukul 09.00 WITA.
Sejumlah pejabat teras Kota Bitung mendampingi Wali Kota Hengky dalam pertemuan bilateral tersebut. Kehadiran Sekretaris Daerah, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala DPMPTSP, Kepala Dinas Perikanan, serta Kepala Dinas Kominfo Altin Abraham Tumengkol, S.IP., M.SI., menegaskan keseriusan Pemkot Bitung dalam merespons ruang diskusi awal ini.
Pertemuan strategis kedua pimpinan daerah pesisir ini berfokus pada penjajakan potensi kerja sama di berbagai bidang.

Sektor ekonomi, industri perikanan, peluang investasi, konektivitas transportasi laut, hingga bidang pendidikan menjadi topik utama dalam agenda pembahasan tersebut.
Wali Kota Hengky Honandar secara tegas menggarisbawahi bahwa setiap poin kerja sama wajib berlandaskan payung hukum yang transparan melalui Memorandum of Understanding (MoU). Ia meminta penetapan rincian teknis mendahului rencana skema pembagian keuntungan.
Secara eksplisit, Hengky memberikan perhatian khusus pada kesiapan armada transportasi laut dan aspek pembiayaan teknis.
Hengky meminta pemeriksaan kondisi fisik kapal, analisis kebutuhan perbaikan, kalkulasi besaran investasi awal, hingga estimasi biaya operasional berjalan secara terbuka.
“Kapal harus kita lihat dulu kondisinya. Kalau ada perbaikan atau pekerjaan yang harus dilakukan, harus dicek dan dihitung berapa investasi atau anggaran yang sudah dikeluarkan. Setelah itu baru kita bicarakan bagaimana operasionalnya. Untuk profit sharing belum perlu menjadi pembahasan awal. Yang penting pengeluaran atau investasi yang sudah dikeluarkan harus jelas dulu mekanisme pengembaliannya,”
ujar Hengky dalam pembicaraan tersebut.
Walikota Hengky menaruh perhatian tinggi terhadap kejelasan poin-poin kesepakatan tertulis agar mencegah potensi masalah di kemudian hari.
Pemerintah Kota Bitung menghendaki penetapan pola komunikasi, batas tanggung jawab para pihak, serta mekanisme pembiayaan secara terperinci sejak masa awal penyusunan draf.
“Sebelum kita mulai, semua harus dibahas dalam MoU. Apa bentuk kerja samanya, bagaimana mekanismenya, siapa yang bertanggung jawab, termasuk pembiayaan dan operasional. Jadi semuanya harus jelas dari awal,”
katanya.
Pertemuan internasional tersebut juga memunculkan wacana perluasan kolaborasi di luar sektor kelautan dan ekonomi, yakni sektor pendidikan tinggi.

Pemkot General Santos membuka peluang akses pendidikan bagi para mahasiswa asal Indonesia apabila seluruh kesepakatan formal kedua kota resmi terealisasi.
Respons positif mengalir dari pihak Pemkot Bitung terkait tawaran kolaborasi pendidikan antarnegara tersebut.
Hengky memandang kerja sama pendidikan sebagai langkah nyata pembinaan generasi muda yang membawa dampak langsung bagi masyarakat lokal, tidak semata-mata mengejar nilai investasi bisnis.
Selain mendiskusikan sektor ekonomi maritim dan pendidikan, kedua delegasi menjajaki penyelenggaraan agenda bersama guna mempererat tali persahabatan antardaerah.
Kendati demikian, seluruh gagasan yang mengemuka dalam audiensi ini masih memerlukan penelaahan mendalam serta penyusunan dokumen kesepakatan resmi.
Langkah diplomasi ini menegaskan komitmen Pemkot Bitung dalam memperluas jejaring internasional, khususnya dengan wilayah yang berbagi kemiripan karakteristik ekonomi dan potensi kemaritiman.
Pemkot Bitung berupaya memanfaatkan kesamaan geografis kawasan perbatasan ini demi mendorong pertumbuhan kawasan.
Hengky kembali menegaskan prinsip dasar Pemkot Bitung dalam mengawal setiap rencana kemitraan luar negeri. Ia menuntut asas manfaat terukur dan kepatuhan terhadap regulasi hukum yang berlaku sebagai syarat mutlak kerja sama.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan transparan ini ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan pendalaman materi kerja sama.
Pemerintah Kota Bitung segera mengkaji seluruh potensi strategis sebelum memfinalisasi draf kesepakatan resmi bersama Pemerintah Kota General Santos. (kiti)












