Bitung | Tribuneindonesia.com – Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) bergerak menyisir kawasan Kelurahan Girian Permai, Kota Bitung, untuk menyisir warga yang hingga kini belum masuk dalam catatan Sensus Ekonomi 2026, Sabtu (26/09/26).
Langkah penelusuran ulang ini sengaja diambil guna menjamin seluruh aktivitas perekonomian di area tersebut terdata secara menyeluruh dan akurat.
Pelaksanaan penyisiran ulang pada Jumat (25/09) menyasar langsung setiap warga serta tempat usaha yang terlewat pada tahap pendataan sebelumnya. BPS Kota Bitung menjadwalkan rangkaian penelusuran lapangan tersebut untuk terus berlangsung hingga batas akhir pada 31 September 2026.
Kegiatan lapangan ini mengacu pada agenda rutin sepuluh tahunan BPS yang mencakup tiga pilar utama pendataan nasional, yaitu Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi. Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sendiri menjadi kelanjutan dari pendataan serupa yang terakhir kali digelar pada tahun 2016 lalu.
Berdasarkan jadwal awal, BPS telah mengawali seluruh proses pengumpulan data ini sejak 15 Juni 2026 dan sempat menargetkan penyelesaian pada 31 Agustus 2026.
Namun, demi memastikan keterjangkauan data yang presisi di wilayah Girian Permai, petugas memperpanjang masa penelusuran hingga akhir September.
Di sela-sela kegiatannya, seorang petugas sensus menyampaikan imbauan terbuka agar masyarakat menyambut baik kehadiran para enumerator di permukiman mereka.
“Mohon diterima kalau ada petugas yang datang. Pendataan ini tidak ada sangkut pautnya dengan pajak dan bukan untuk menentukan nilai desil atau hal lainnya. Ini memang program pemerintah yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali,”
ujar salah seorang petugas sensus.
Petugas meminta warga memberikan informasi yang jujur serta transparan demi kelancaran program strategis pemerintah ini.
Secara tegas, BPS mengklarifikasi bahwa pengumpulan data ekonomi ini murni merupakan agenda statistik resmi negara dan tidak memiliki keterkaitan dengan pemungutan pajak maupun penentuan tingkat desil kesejahteraan warga. masyarakat tidak perlu khawatir akan dampak administratif lain dari pendataan ini.
Petugas juga menepis anggapan yang mengaitkan momentum pendataan ini dengan isu politik, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukanlah program yang dipengaruhi oleh pergantian kepemimpinan presiden.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan berdasar pada regulasi dan jadwal berkala yang telah direncanakan oleh BPS.
Melalui langkah proaktif penelusuran ulang di Kelurahan Girian Permai ini, BPS berharap masyarakat yang belum terjangkau dapat membuka pintu dan memberikan data yang diperlukan.
Kerja sama aktif warga menjadi kunci utama tercapainya sukses Sensus Ekonomi 2026 yang komprehensif di Kota Bitung. (kiti)















