​LBH Manguni Bongkar Sindikat TPPO Bermodus Penyanyi di Papua Tengah

- Editor

Sabtu, 18 April 2026 - 01:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

                   gambar ilustrasi

Nabire | Tribuneindonesia.com –Praktik gelap perdagangan orang kembali memakan korban dengan iming-iming menggiurkan, Sabtu (18/04/26).

Seorang wanita asal Manado berinisial DK, nyaris menjadi korban eksploitasi berkepanjangan setelah terjebak dalam pusaran sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Papua Tengah melalui modus lowongan kerja fiktif.

​Awal petaka bermula bulan lalu, saat korban dijanjikan pekerjaan sebagai penyanyi di sebuah tempat hiburan dengan bayaran fantastis mencapai Rp300 ribu per jam.

Tergiur dengan tawaran tersebut, DK memutuskan untuk berangkat menuju Papua, berharap mendapatkan penghidupan yang lebih baik sesuai janji manis sang perekrut.

​Namun, setibanya di lokasi tujuan, realita pahit justru menghantam korban. Alih-alih mendapatkan honor yang disepakati, DK hanya dibayar setengahnya, yakni Rp150 ribu per jam.

Perbedaan upah ini menjadi awal terungkapnya skema penipuan yang jauh lebih kelam dari sekadar persoalan gaji.

​Dilansir dari bamburuncingnews.com Kondisi semakin memburuk saat DK diduga kuat dipaksa untuk melayani tamu di luar kapasitasnya sebagai penghibur panggung.

Tekanan psikologis yang berat mulai menghantui korban, ditambah dengan adanya pembatasan ruang gerak yang ketat sehingga ia kehilangan akses untuk meninggalkan lingkungan kerjanya tersebut.


Indikasi eksploitasi ini akhirnya tercium oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manguni Indonesia. Nancy Parengkuan selaku Komisaris LBH Manguni Indonesia, bergerak cepat setelah mengumpulkan bukti-bukti awal mengenai penderitaan yang dialami oleh perempuan asal Sulawesi Utara tersebut.

Baca Juga:  Jasa Raharja Gerak Cepat Pastikan Perlindungan Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin di Lombok Barat

​Langkah taktis segera diambil dengan melakukan koordinasi lintas wilayah bersama jajaran DPW Manguni Indonesia di Papua.

Sinergi yang solid antar-elemen organisasi ini bertujuan untuk memetakan keberadaan korban dan menyusun rencana penyelamatan yang mengutamakan keamanan nyawa DK dari cengkeraman pelaku.

​Operasi penyelamatan tersebut membuahkan hasil manis, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dari lokasi penyekapan terselubung.

Proses pembebasan ini turut melibatkan otoritas lokal guna menjamin legalitas serta memastikan korban benar-benar terputus dari rantai praktik yang merugikan tersebut.

​Sekretaris LBH Manguni Indonesia, Junaedy S. Lintong, dalam pernyataan resminya pada Jumat (17/04), menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam.

Junaedy berkomitmen untuk membawa perkara ini ke ranah hukum demi memastikan seluruh pelaku mendapatkan sanksi pidana yang setimpal atas tindakan eksploitasi tersebut.

​Saat ini, fokus utama tertuju pada pemulihan trauma korban yang dilaporkan mulai stabil secara fisik namun masih memerlukan pendampingan psikis.

Rencananya, dalam waktu dekat DK akan segera dipulangkan ke Manado agar dapat berkumpul kembali dengan pihak keluarga serta mendapatkan perlindungan yang lebih maksimal.

(∗-talia)

Berita Terkait

Polsek Gandapura Gencarkan Patroli KRYD Cegah Karhutla, Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi
Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran
FKLL Jakarta Selatan Perkuat Sinergi Tangani Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama
Kapolres Aceh Timur Silaturahmi ke Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Polri dan Ulama
Peringati Maulid Nabi, Kapolres Aceh Timur Santuni puluhan Anak Yatim
Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD
Wali Kota Langsa Buka Langsa Expo 2026, Dorong Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 04:48

Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi

Minggu, 27 September 2026 - 01:29

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34

Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 26 September 2026 - 10:53

Konten Diduga Singgung Agama, Ketua DPP GRPK Laporkan Akun TikTok ke Polda Sumut

Sabtu, 26 September 2026 - 10:50

KUA-PPAS Perubahan 2026: Fraksi Demokrat Raja Ampat Beri Catatan Keras untuk Pemerintah Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 10:41

Fraksi Demokrat Bongkar 10 Catatan APBD-P 2026, Desak Bupati Nonaktifkan Kepala Kampung yang Terkena LHP

Sabtu, 26 September 2026 - 06:53

Buka Pelatihan Paralegal 2026, Wali Kota Hengky Honandar Dorong Penyelesaian Hukum Tingkat Tapak

Sabtu, 26 September 2026 - 06:17

Semangat Pengurus Tinelo Dana-Dana Menggelar Maulid Nabi

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Minggu, 27 Sep 2026 - 01:29