gambar ilustrasi
Manado | Tribuneindonesia.com –Instrumen investasi emas kembali menegaskan posisinya sebagai pilihan utama bagi masyarakat yang memprioritaskan keamanan aset di tengah dinamika ekonomi, Selasa (14/04/26).
Dibandingkan dengan berbagai jenis investasi modern lainnya, emas dinilai memiliki risiko yang jauh lebih minim dan stabilitas nilai yang terjaga dalam jangka panjang.
Kemudahan akses menjadi salah satu daya tarik utama logam mulia ini. Deputi Pegadaian Area 1 Manado, Andi Vivin Permana, menjelaskan bahwa investasi emas tidak menuntut latar belakang pendidikan khusus atau keahlian finansial yang rumit agar seseorang bisa memulainya dengan sukses.
Dalam keterangannya pada Senin (13/4), Vivin mengilustrasikan bahwa siapa pun, termasuk ibu rumah tangga, dapat mengelola aset ini secara mandiri, seperti dilansir dari TribunManado.co.id
Prinsip dasarnya sangat sederhana: ketika dana tersedia, masyarakat cukup membeli emas untuk kemudian disimpan sebagai cadangan kekayaan masa depan.
Salah satu alasan fundamental mengapa emas kerap dijuluki sebagai safe haven adalah sifatnya yang mampu menjadi pelindung nilai (hedging).
Meskipun secara fisik emas tidak menghasilkan bunga periodik layaknya deposito konvensional, nilai aset ini dipastikan tumbuh melalui mekanisme capital gain.
Vivin menambahkan bahwa margin keuntungan tersebut lahir dari selisih kenaikan harga dalam kurun waktu tertentu.
Oleh karena itu, kesabaran menjadi kunci utama; pemilik emas perlu menyimpan asetnya dalam jangka menengah hingga panjang guna merasakan lonjakan keuntungan yang signifikan secara finansial.
Inovasi terbaru juga mulai diperkenalkan untuk meningkatkan daya tarik komoditas ini, salah satunya melalui layanan deposito emas.
Melalui skema bullion ini, nasabah tidak hanya mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga pasar, tetapi juga berpeluang memperoleh bunga tahunan atas emas yang mereka jaminkan.
Kelebihan lain yang tak kalah krusial adalah daya tahan emas terhadap gerusan inflasi. Berbeda dengan mata uang yang nilainya cenderung menyusut akibat kenaikan harga barang, emas justru memperlihatkan tren harga yang terus merangkak naik secara berkelanjutan dalam hitungan tahun.
”Emas mungkin tidak secara instan membuat seseorang menjadi kaya raya, namun emas mampu menjaga kekayaan seseorang tetap utuh karena kemampuannya melawan inflasi,”
tutur Vivin menekankan pentingnya peran emas sebagai penyeimbang portofolio keuangan.
Lebih jauh, investasi ini berfungsi sebagai instrumen perencanaan masa depan yang sangat efektif, khususnya dalam menyusun biaya pendidikan.
Nasabah dapat mengonversi estimasi biaya sekolah atau uang pangkal kuliah anak ke dalam satuan gramasi emas untuk menjaga nilai daya belinya di masa mendatang.
Sebagai penutup, Vivin memberikan catatan penting mengenai orientasi waktu dalam berinvestasi.
Ia menegaskan agar masyarakat tidak terjebak pada pola pikir spekulatif jangka pendek, melainkan fokus pada tujuan jangka panjang demi mencapai kemandirian finansial yang kokoh.
(∗-talia)

















