Keluhan Limbah Belakang Kantor Walikota: Genangan IPAL Hantui Warga Bitung Barat Dua

- Editor

Minggu, 5 April 2026 - 03:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Bitung | Tribuneindonesia.com –Persoalan sanitasi di pusat kota kembali mencuat setelah sebuah unggahan di platform media sosial mendadak viral. Seorang warga bernama Deyce Pareho menyuarakan keluhannya melalui grup publik “Berita Bitung” terkait kondisi drainase yang memprihatinkan di wilayahnya, Minggu (05/04/26).

​Dalam unggahan yang dibagikan pada Sabtu (04/04), Deyce memohon perhatian serius dari Pemerintah Kota Bitung.


Fokus utama laporannya adalah meluapnya air Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang kini menggenangi halaman pemukiman warga di Lingkungan 1, RT 05.


​Unggahan tersebut segera memicu reaksi beragam dari netizen, hingga menuai pro dan kontra yang cukup tajam di kolom komentar.

Hal ini dipicu oleh dugaan bahwa aliran limbah yang meluap tersebut bersumber dari aktivitas di kompleks Kantor Walikota Bitung.

​”Kami masyarakat yang berada di lokasi belakang Kantor Walikota memohon kepada Bapak Walikota dan Wakil Walikota untuk membantu mengatasi masalah air IPAL yang sudah meluap,”

tulis Deyce dalam status Facebook miliknya yang kini telah tersebar luas.

​Deyce menekankan bahwa kondisi tersebut sudah pada tahap yang sangat mengganggu kesehatan lingkungan sekitar.

Ia berharap pimpinan daerah segera mengambil kebijakan diskresi guna memperbaiki sarana yang mengalami kerusakan teknis tersebut.

​Merespons keresahan warga yang viral, awak media langsung melakukan penelusuran lapangan ke kediaman Keluarga Pareho.

Lokasi tepatnya berada di Kompleks Lingkungan 5 RT 1, Kelurahan Bitung Barat 2, yang memang berbatasan langsung dengan area perkantoran pemerintah.

​Di lokasi tersebut, Ferdy Pareho menunjukkan secara langsung titik luapan air dari lubang kontrol IPAL yang diduga kuat telah tersumbat.

Genangan yang muncul tidak hanya berupa air keruh, namun juga disertai dengan kotoran yang meluber ke permukaan.

​”Air ini tidak lagi mengalir ke penampungan akhir, melainkan merembes tepat di depan rumah warga. Kondisi ini sudah berlangsung kurang lebih selama tiga bulan,”

ujar Ferdy sembari menunjuk ke arah lubang drainase yang tersumbat.

Baca Juga:  LEA ELFARA DI PARIS RAIH PENGHARGAAN MULTIFACE FRANCE INTERNATIONAL CELEBRITY AWARD 2025

​Lebih lanjut, Ferdy mengungkapkan kekhawatirannya akan dampak aroma busuk yang menyengat di sekitar pemukiman mereka.

Selain merusak estetika lingkungan, bau tak sedap ini dikhawatirkan membawa bibit penyakit bagi warga yang melintas di jalan tersebut.


Upaya warga untuk melaporkan masalah ini secara formal sebenarnya sudah pernah dilakukan.


Menurut keterangan Ferdy, mereka telah menyurat kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bitung, namun respons yang diterima dirasa belum memberikan solusi konkret.

​”Kami sudah bersurat, tapi responnya hanya sekadar peninjauan. Yang kami takutkan adalah munculnya wabah penyakit, apalagi di lingkungan sini sangat banyak anak-anak kecil yang rentan,”

tegas Ferdy dengan nada penuh kecemasan.

​Keluhan serupa juga meluncur dari bibir Ibu Linda, warga yang rumahnya berada tepat di samping titik pembuangan limbah tersebut.

Menurutnya, masalah kebocoran pipa atau saluran tinja masyarakat ini sebenarnya sudah menjadi persoalan menahun yang tak kunjung tuntas.

​”Sudah setahun kami mengalami ini. Laporan sudah disampaikan ke Lurah, Camat, hingga Dinas PU. Mereka memang datang mengecek, tapi setelah itu hilang tanpa ada perbaikan sama sekali,”

tutur Linda dengan nada bicara yang penuh kekecewaan.

​Linda pun berharap, melalui viralnya keluhan ini di media sosial, Pemerintah Kota Bitung tidak lagi menutup mata.

Harapan besar digantungkan pada pundak otoritas terkait agar segera melakukan normalisasi pada lubang kontrol IPAL demi kenyamanan dan kesehatan warga Bitung Barat 2.

Guna keberimbangan informasi, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada otoritas wilayah setempat.

Pesan konfirmasi telah dilayangkan kepada Camat maupun Lurah melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp untuk meminta tanggapan resmi terkait keluhan warga ini.

​Namun, hingga berita ini diturunkan, baik Camat maupun Lurah setempat belum memberikan pernyataan resmi ataupun balasan atas upaya konfirmasi tersebut.

Warga Bitung Barat 2 kini hanya bisa berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah sebelum masalah sanitasi ini berdampak lebih buruk bagi kesehatan masyarakat. (talia)

Berita Terkait

Dayah Babul Jannah Cot Keumude Akan Gelar Maulid Akbar
Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco
Tim Sepak Bola Kecamatan Kota Juang berhasil Final Piala Bupati Bireuen
Cegah Penyalahgunaan Medsos, Judol dan Pinjol, Propam Polres Bireuen Sidak HP Personel
BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat
Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.
UBHARA JAYA RAYAKAN DIES NATALIS KE-31, 497 LULUSAN DILANTIK  
GEGER! Kantor Desa Paya Metah Karang Baru Diduga Numpang di Rumah Pribadi Datok, Dana Sewa Kemana?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 07:11

Dayah Babul Jannah Cot Keumude Akan Gelar Maulid Akbar

Rabu, 30 September 2026 - 01:47

Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco

Rabu, 30 September 2026 - 01:42

Tim Sepak Bola Kecamatan Kota Juang berhasil Final Piala Bupati Bireuen

Selasa, 29 September 2026 - 15:41

BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat

Selasa, 29 September 2026 - 13:57

Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.

Selasa, 29 September 2026 - 10:08

UBHARA JAYA RAYAKAN DIES NATALIS KE-31, 497 LULUSAN DILANTIK  

Selasa, 29 September 2026 - 07:25

GEGER! Kantor Desa Paya Metah Karang Baru Diduga Numpang di Rumah Pribadi Datok, Dana Sewa Kemana?

Selasa, 29 September 2026 - 05:42

Eks GAM Denmark: Aceh Harus Melegalisasi Izin Tambang Emas Rakyat

Berita Terbaru