​Narasi “Kedaerahan” Jabatan Sekprov Sulut Menuai Kritik Akademisi

- Editor

Selasa, 17 Februari 2026 - 02:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manado, Sulut|TribuneIndonesia.com-

Pernyataan Gubernur YSK yang diunggah di medsos, menyinggung absennya representasi figur asal Bolaang Mongondow (Bolmong) dalam sejarah jabatan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara memicu polemik, Selasa (17/02/26).

Statemen tersebut dinilai membangun persepsi yang kurang akurat dalam memandang struktur birokrasi pemerintahan daerah, mengingat jabatan tersebut bersifat teknis-administratif, bukan politis.

​Sejumlah pengamat menilai bahwa narasi “ketidakhadiran” putra daerah Bolmong di kursi eselon tertinggi tingkat provinsi tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai bentuk ketimpangan atau ketidakadilan sistemik.

Hal ini dikarenakan posisi Sekprov merupakan jabatan karier murni yang tunduk pada aturan ketat, bukan jabatan yang dialokasikan berdasarkan keterwakilan wilayah atau etnisitas tertentu.

​Pengamat Administrasi Publik dari Universitas Sam Ratulangi menegaskan bahwa mekanisme pengisian jabatan Sekprov sepenuhnya mengacu pada sistem merit sesuai regulasi yang berlaku.

Penentuan figur terpilih didasarkan pada akumulasi kompetensi, rekam jejak, kepangkatan, serta hasil seleksi transparan yang dilakukan oleh panitia seleksi independen.

​”Membangun opini bahwa belum adanya Sekprov dari wilayah tertentu sebagai sebuah bentuk marginalisasi adalah langkah yang kurang tepat. Sistem birokrasi kita berbasis pada kompetisi terbuka dan kelayakan administratif, sehingga tidak mengenal sistem kuota kedaerahan,”

Ungkap pakar tersebut saat memberikan analisisnya.

Baca Juga:  Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, mengunjungi SMP Negeri 2 Indrajaya dan SD Negeri 3 Beureunuen Dalam Rangka (MPLS)

​Lebih lanjut, penggunaan isu kedaerahan dalam ranah birokrasi dikhawatirkan dapat memicu sentimen primordial yang tidak produktif bagi kemajuan daerah.

Dalam paradigma birokrasi modern, fokus utama seharusnya diletakkan pada penyediaan kesempatan yang setara bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berkembang, tanpa memandang latar belakang geografisnya.

​Senada dengan hal itu, tokoh masyarakat Bolmong turut memberikan perspektif bahwa fenomena ini sebaiknya dipandang sebagai tantangan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Pihaknya mengingatkan agar publik tidak terjebak dalam opini yang seolah-olah menunjukkan adanya penutupan ruang karier oleh otoritas tertentu.

​Sebagai penutup, isu ini dianggap krusial untuk segera diluruskan guna menjaga kondusivitas sosial di Sulawesi Utara.

Pemerintah daerah diharapkan tetap teguh mengedepankan profesionalisme dan semangat persatuan, serta menghindari narasi yang berisiko mengikis solidaritas antarwilayah demi kepentingan stabilitas pemerintahan.

(*-Talia)

Berita Terkait

Sambut Ramadhan 1447 H, Satpol PP WH Aceh Tenggara Amankan Empat Perempuan dari Warung Tuak dan Kafe Remang
Dari Trauma ke Tawa: STIK dan Polres Aceh Tenggara Hadirkan Harapan Baru bagi Anak-Anak Darul Hasanah
Lokasi Balai Bibit Ikan Dinas Perikanan Agara di Jadikan Lahan Rumput Ternak
ASN Kemenag Bireuen Bergerak Bersama, Bersihkan 18 Masjid dari 17 Kecamatan
PKB Aceh Gelar Ta’aruf Pra Muskerwil, HRD Siap Perkuat Internal dan Bangun Kantor Baru
Optimalkan Bantuan Presiden, Bupati Bireuen Beli 90 Ekor Lembu untuk Meugang Korban Banjir
​Manado Darurat Tawuran: Pemkot dan Polresta Sepakati Tindakan Tegas di Lapangan
Kegiatan gotong royong TNI bersama masyarakat pasca bencana banjir di Kabupaten Bireuen terus berlanjut.
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 02:30

​Narasi “Kedaerahan” Jabatan Sekprov Sulut Menuai Kritik Akademisi

Selasa, 17 Februari 2026 - 01:21

Sambut Ramadhan 1447 H, Satpol PP WH Aceh Tenggara Amankan Empat Perempuan dari Warung Tuak dan Kafe Remang

Senin, 16 Februari 2026 - 11:59

Lokasi Balai Bibit Ikan Dinas Perikanan Agara di Jadikan Lahan Rumput Ternak

Senin, 16 Februari 2026 - 10:41

ASN Kemenag Bireuen Bergerak Bersama, Bersihkan 18 Masjid dari 17 Kecamatan

Senin, 16 Februari 2026 - 05:54

PKB Aceh Gelar Ta’aruf Pra Muskerwil, HRD Siap Perkuat Internal dan Bangun Kantor Baru

Senin, 16 Februari 2026 - 05:50

Optimalkan Bantuan Presiden, Bupati Bireuen Beli 90 Ekor Lembu untuk Meugang Korban Banjir

Senin, 16 Februari 2026 - 04:06

​Manado Darurat Tawuran: Pemkot dan Polresta Sepakati Tindakan Tegas di Lapangan

Senin, 16 Februari 2026 - 03:10

Kegiatan gotong royong TNI bersama masyarakat pasca bencana banjir di Kabupaten Bireuen terus berlanjut.

Berita Terbaru